e-Library UNMER Malang

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Analisis Yuridis Terkait Kepemilikan Bangunan Rumah Apung Di Atas Perairan Sungai Kahayan

Nathaniela, Vena - Nama Orang;

Rumah apung atau rumah lanting merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat yang bermukim di bantaran Sungai Kahayan, Kota Palangka Raya, yang hingga saat ini masih digunakan sebagai tempat tinggal secara menetap. Namun demikian, keberadaan rumah apung menimbulkan permasalahan hukum karena secara fisik tidak melekat pada tanah dan berada di atas perairan sungai yang berada dalam penguasaan negara, sehingga tidak dapat disamakan dengan bangunan rumah yang berdiri di atas daratan. Kondisi tersebut menimbulkan ketidakpastian hukum, khususnya terkait kedudukan hukum kepemilikan bangunan rumah apung serta perlindungan hukum bagi masyarakat pemiliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum kepemilikan bangunan rumah apung di atas perairan Sungai Kahayan serta mengkaji aspek yuridis kepemilikannya berdasarkan sistem hukum agraria dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, menggunakan bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan serta bahan hukum sekunder berupa literatur hukum yang relevan, yang dianalisis secara deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan rumah apung dikualifikasikan sebagai benda bergerak karena tidak melekat secara permanen pada tanah, sehingga kepemilikannya tunduk pada Asas Pemisahan Horizontal, di mana masyarakat memiliki hak atas bangunan rumah apung namun tidak memiliki hak atas perairan sungai di bawahnya. Selain itu, meskipun terdapat ketentuan mengenai pemanfaatan ruang sungai, belum adanya pengaturan teknis yang jelas menyebabkan lemahnya kepastian hukum bagi pemilik rumah apung di Sungai Kahayan.
Kata Kunci: Rumah Apung, Kepemilikan, Benda Bergerak, Sungai Kahayan, Kepastian Hukum.


Ketersediaan
#
Fak Hukum (L.2 R.Perpus) 016 PDT2026 NAT a
10260016PT
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
016 PDT2026 NAT a
Penerbit
Malang : Fakultas Hukum Universitas Merdeka Malang., 2026
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
016 PDT2026
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

e-Library UNMER Malang
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Universitas Merdeka Malang memiliki berbagai jenis koleksi, antara lain: Fiksi, Ilmu Pengetahuan, Jurnal, Prosiding, Hasil Seminar, Kamus, Ensiklopedia, dll. Dari koleksi cetak sampai koleksi digital seperti CD-ROM, CD, VCD dan DVD. Perpustakaan Unmer juga mengumpulkan publikasi harian serials seperti surat kabar dan juga serial bulanan seperti majalah.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

Statistik Pengunjung :

Hari ini :

1 Minggu Terakhir :

1 Bulan Terakhir :

Semua :


© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?