CD-ROM
Pengaruh tingkat suku bunga terhadap deposito BPR di kota Malang (CD)
Persaingan antar bank dalam menghimpun dana masyarakat semakin ketat, ini dikarenakan bank umum memiliki produk-produk yang mempunyai keunggulan dan kelebihan masing-masing. Suatu Bank merupakan lembaga kepercayaan, dan Kepercayaan nasabah bukan saja dari penggunaan produk yang dikeluarkan oleh Bank, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diberikan oleh pihak bank. Bank harus berusaha untuk dapat meningkatkan pelayanan kepada nasabah dengan baik, terutama dalam penentuan tingkat suku bunga. Bank harus dapat melihat apakah dengan penentuan tingkat suku bunga tersebut bank dapat meningkatkan jumlah nasabah, sehingga masyarakat yang akan menabung dan mendepositokan uangnya tidak ragu-ragu, serta memberikan jaminan bahwa uangnya aman dan mendapatkan bunga yang cukup tinggi. Adapun tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk menganalisis bagaimana perkembangan tingkat suku bunga dan jumlah nasabah deposito, menganalisis seberapa besar pengaruh kebijakan penentuan tingkat suku bunga terhadap jumlah nasabah deposito, serta menganalisis adakah hubungan antara tingkat suku bunga dengan jumlah nasabah deposito Bank Perkreditan Rakyat di Kota Malang dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2004.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif yaitu data yang diperoleh pada waktu melakukan penelitian yang berupa angka-angka, yang kemudian dicantumkan dalam bentuk tabel. Model analisis yang digunakan adalah dengan analisis regresi, korelasi dan dengan menggunakan uji t.
Dari hasil penelitian dilapangan maka dapat diketahui bahwa perkembangan tingkat suku bunga deposito Bank Perkreditan Rakyat di Kota Malang dari tahun ke tahun relatif stabil, yaitu pada tahun 2000 suku bunga deposito BPR kota Malang tidak mengalami kenaikkan yaitu tetap bertahan pada angka 15% atau tidak menunjukkan perkembangan suku bunga. Sedangkan pada tahun 2001 perkembangan suku bunga mengalami penurunan yaitu sebesar -3,33%, kemudian pada tahun 2002 perkembangan suku bunga deposito BPR kota Malang juga mengalami penurunan sebesar -3,44%. Sementara pada tahun 2003, perkembangan suku bunga deposito mengalami kenaikkan sebesar 7,14%, atau tingkat suku bunga kembali pada angka 15%. Sedangkan pada tahun 2004, tidak terjadi peerkembangan suku bunga atau masih bertahan pada angka 15% (tetap), dan perkembangan jumlah nasabah deposito meningkat terus setiap tahunnya, yaitu 580 orang untuk tahun 2000, 620 dan 658 orang pada tahun 2001 dan tahun 2002, serta 715 dan 825 orang pada tahun 2003 dan tahun 2004. Tingkat suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah nasabah deposito. Hal ini dikarenakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu kepercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan, keamanan dana masyarakat dan pendapatan rumah tangga. Hubungan antara tingkat suku bunga dengan jumlah nasabah deposito menunjukkan adanya kelemahan, dengan nilai korelasi yang sangat rendah yaitu 0,064 yang berarti kenaikan tingkat suku bunga belum tentu dapat meningkatkan jumlah nasabah deposito. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, diketahui bahwa nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,004. Koefisien determinasi 0,004 tersebut mempunyai arti bahwa tingkat suku bunga deposito memberikan kontribusi terhadap jumlah nasabah deposito sebesar 0,4%. Sedangkan 99,6% jumlah nasabah deposito dipengaruhi oleh faktor lain, yang tidak termasuk dalam penelitian.
Tidak tersedia versi lain