Buku ini merupakan komentar atas Perpu (Peraturan Pemerintah Pengganti undang-undang) 1998 No. 1 tentang penambahan dan penyempurnaan dari Peraturan Kepailitan yang kini berlaku sebagai warisan dari pembuat Undang-Undang Kolonial.
Arus balik kekuasaan pusat ke daerah mengartikan desentralisasi sebagai penyerahan wewenang pemerintah oleh pemerintah kepada Daerah Otonom dalam rangka persatuan. Skala prioritas tujuan desentralisasi membawa konsekuensi terhadap struktur dan proses pemerintah daerah, sebaliknya persamaan pada skala prioritas tujuan desentralisasi membawa konsekuensi persamaan pada karakteristik struktur dan p…
Buku ini merupakan curahan pemikiran dari penulis sebagai upaya untuk mengingatkan kepada para politisi dan pengambil kebijakan nasional serta daerah bahwa sedikitnya ada delapan indikasi kuat yang akan menyebabkan otonomi daerah hanya akan menjadi "catatan sejarah pahit" jika tidak mulai dari sekarang diambil tindakan-tindakan aspiratif dan membumi agar proses fasilitas otonomi daerah dapat be…
Buku ini memuat lima artikel yang ditulis dalam kurun waktu 1987-1998, mengenai berbagai faktor yang mempengaruhi dinamika ekonomi negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan Timur yang pernah disanjung sebagai "keajaiban Asia" namun yang kemudian beramai-ramai terpuruk ke dalam krisis ekonomi.
Buku ini adalah bagian pertama dari sebuah buku yang diterbitkan oleh Centre for Political Studies-Soegeng Sarjadi Syndicated ini membahas potensi ekonomi daerah di tiga bagian wilayah Indonesia, yaitu Indonesia Bagian Barat, Tengah dan Timur.
Pokok bahasan yang dikupas dalam buku Federalisme untuk Indonesia ini ialah pertama, letak kekuatan dan kelemahan sistem pemerintahan daerah sekarang. Kedua, peta dan trend di dunia dalam hubungan dengan sistem federal. Ketiga, studi perbandingan dengan negara-negara yang sudah berpengalaman, menyangkut keuntungan dan kerugian sistem federal. Dan keempat, economic advantage dari sistem federal.