Text
Kinerja Hotel di Industri Hospitalis Kalimantan Selatan
Hotel memiliki peran yang strategis sehingga perlu untuk selalu dinamis dan menggunakan strategi yang tepat untuk mengembangkan organisasinya agar dapat menang dalam persaingan. Upaya yang dilakukan salah satunya dengan pemberdayaan sumber daya manusia untuk memenuhi harapan perusahaan dan pekerjanya (Sutawa, 2012). Pengaruh globalisasi, kondisi ekonomi lokal, perkembangan jasa, pariwisata dan industri perhotelan serta meningkatnya tekanan persaingan dan pandemi covid-19 telah menyebabkan perubahan dalam lingkungan operasi hotel di dunia (Jiang & Wen, 2020).
Fenomena ini juga terjadi di Indonesia (Pham & Nugroho 2022). Bukti menunjukkan bahwa ketakutan akan ancaman eksternal menyebabkan karyawan diam dalam organisasi (Kish-Gephart et al, 2009), mengurangi kreativitas, merusak kesejahteraan karyawan, kinerja dan perilaku organisasi (Abbas & Raja, 2014). Beberapa faktor yang meningkatkan kinerja dan pencapaian tujuan organisasi antara laïn adalah pemberdayaan dan kepemimpinan situasional.
Pemberdayaan terbukti berpengaruh pada kinerja organisasi (Lashley, 1999, 2000; Mobley et al., 2005; Rose & Kumar, 2006; Moideenkutty et al, 2011; Aldamoe et al., 2012; Triatmanto, 2011, Saeed et al, 2013; Sutawa, 2012). Namun ada juga yang menyebutkan hasil yang berbeda pemberdayaan berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja organisasi (Bjorkman & Lervik, 2007; Triatmanto et al., 2019). Sedangkan banyak penelitian menemukan bahwa kepemimpinan situasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi (Wuryani et al, 2021; Zhao et al. 2020;Cahyono etal.,2020; Kara et al, 2013).
Studi terdahulu yang memiliki hasil berbeda terkait pengaruh pemberdayaan terhadap kinerja merupakan celah (gap) penelitian yang menarik untuk diteliti lebih lanjut. Oleh sebab itu penelitian ìni diletakan untuk mengisi celah teoretis tersebut. Perbedaan studi-studi terdahulu menyiratkan perlunya variabel mediating untuk menghubungkan pengaruh pemberdayaar terhadap kinerja organisasi. Pada penelitian ini variabel perubahan organisasi ditempatkan sebagai variabel mediating, dengan mengacu pada studi (Oakland & Tanner, 2007). Selanjutnya, penelitiar dilakukan pada organisasi dengan karakteristik yang sesuai yang menerapkan pemberdayaan dan kepemimpinan situasional.
Hotel-hotel bintang 3 dan 4 di Kalimantan Selatan dipilih sebagai objek penelitian dengan pertimbangan bahwa hotel-hotel di Banjarmasin cukup banyak dibanding daerah Kalimantan lainnya, selain untuk bisnis, Kalimantan Selatan juga menjadi tujuan wisata. Industri perhotelan di Kalimantan Selatan pasca Covid-19 belum mengalami pemulihan, hal ini dikarenakan masyarakat masih trauma dengan kondisi Covid 19. Tingkat okupansi nashi dibawah 50%, dimana tahun 2020 turun hingga 70%, sehingga banyak karyawan yang diberhentikan (Gunawan, 2020)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemberdayaan, kepemimpinan situasional perubahan organisasi, dan kinerja organisasi di Kalimantan Selatan menganalisis pengaruh pemberdayaan terhadap kinerja hotel di Kalimantan Selatan, menganalisis pengaruh pemberdayaan terhadap perubahan organisasi di Kalimantan Selatan, menganalisis pengaruh kepemimpinan situasional terhadap kinerja hotel di Kalimantan Selatan, menganalisis pengaruh kepemimpinan situasional terhadap perubahan organisasi di Kalimantan Selatan, menganalisis pengaruh perubahan organisasi terhadap kinerja hotel di kalimantan Selatan, menganalisis pengaruh pemberdayaan terhadap kinerja hotel melalui perubahan organisasi. Menganalisis pengaruh kepemimpinan situasional terhadap kinerja hotel melalui perubahan organisasi.
Tidak tersedia versi lain