Text
Peran Kepolisian Dalam Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika Di Kalangan Pelajar (Studi Di Polresta Malang )
Penelitian ini mengkaji Peran Kepolisian Dalam Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika Di Kalangan Pelajar di wilayah hukum Polresta Malang. Rumusan masalah yang diangkat meliputi Bagaimana Peran Kepolisian Polresta Malang dalam menangani tindak pidana penyalahgunaan Narkotika di kalangan pelajar dan Apa saja hambatan yang dihadapi Kepolisian Polresta Malang dalam proses penegakan hukum terhadap pelajar yang terlibat penyalahgunaan Narkotika Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum empiris dengan pendekatan langsung pada objek studi, didukung oleh wawancara dengan Kepala Kasat Resnarkoba Polresta malang. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengungkap faktor penyebab dan langkah penanggulangan yang dilakukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mendorong anak melakukan tindak pidana pencurian adalah lingkungan sosial, gaya hidup, serta pengaruh keluarga dan pendidikan. Upaya penanggulangan dilakukan melalui tindakan pre-emtif, preventif, dan represif, termasuk sosialisasi di sekolah dan masyarakat, serta penerapan sistem peradilan yang ramah anak. Pendekatan restorative justice diterapkan untuk mendukung rehabilitasi dan reintegrasi anak ke masyarakat, guna memastikan pemenuhan hak anak dan pengembangan moralitas yang lebih baik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Polresta Malang dalam penanggulangan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar dilaksanakan melalui tiga pendekatan utama, yaitu pre-emptif, preventif, dan represif. Pendekatan pre-emptif dilakukan melalui kegiatan edukasi dan pembinaan seperti program Police Goes to School dan penyuluhan hukum di sekolah. Pendekatan preventif dilaksanakan melalui patroli rutin, razia di sekitar sekolah, serta kerja sama dengan Dinas Pendidikan dalam penyampaian materi bahaya narkotika. Sementara pendekatan represif dilakukan melalui proses hukum mulai dari penyelidikan, penangkapan, penyidikan, hingga pelimpahan perkara ke pengadilan, dengan tetap mengedepankan pendekatan rehabilitatif terhadap pelajar pengguna narkotika.
Dalam pelaksanaannya, Polresta Malang menghadapi berbagai hambatan, antara lain keterbatasan personel, minimnya kesadaran masyarakat, pengaruh lingkungan sosial pelajar, stigma sosial terhadap keluarga pengguna, serta kompleksitas koordinasi lintas sektor. Meskipun demikian, upaya kolaboratif dengan institusi pendidikan dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar.
Kata Kunci: Kepolisian, Narkotika, Pelajar, Pre-emptif, Preventif, Represif.
Tidak tersedia versi lain