Text
Peranan Penyidik Dalam Mengungkap Tindak Pidana Pembunuhan Dengan Indikasi Pelaku Pengidap Skizofrenia (Studi di Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Malang)
Tindak pidana pembunuhan dengan indikasi pelaku pengidap skizofrenia menimbulkan persoalan hukum dan teknis penyidikan karena kondisi kejiwaan pelaku dapat memengaruhi kemampuan bertanggung jawab secara pidana serta proses pengungkapan perkara. Tujuan penelitian ini adalah memahami bagaimana peranan penyidik Polresta Malang dalam mengungkap tindak pidana tersebut, mengidentifikasi hambatan yang muncul, serta menganalisis upaya yang dilakukan untuk memastikan penyidikan berjalan efektif. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan penyidik, studi dokumen perkara, serta kajian terhadap ketentuan hukum terkait. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penyidik memiliki peranan strategis dalam memastikan terpenuhinya unsur tindak pidana melalui tindakan penyelidikan, pemeriksaan saksi, koordinasi dengan ahli psikiatri, serta pengumpulan alat bukti yang relevan. Hambatan utama meliputi keterbatasan komunikasi dengan pelaku, lamanya proses observasi kejiwaan, dan minimnya keterangan langsung yang dapat memperkuat konstruksi peristiwa pidana. Implikasi dari temuan ini menegaskan perlunya prosedur penyidikan yang lebih komprehensif, peningkatan kapasitas penyidik dalam menangani pelaku dengan gangguan jiwa, serta penguatan koordinasi lintas instansi untuk memastikan proses penegakan hukum berlangsung objektif dan akuntabel.
Kata kunci: Penyidik, Pembunuhan, Skizofrenia, Penyidikan, Pertanggungjawaban Pidana.
Tidak tersedia versi lain