CD-ROM
Representasi Maskulinitas pada Member Boyband Korea EXO dalam Music Video "Love Shot" (CD + Cetak)
Berkembangnya budaya pop (Popular Culture) saat ini tengah dinikmati oleh banyak orang di jaman yang modern ini. Salah satu produk dari kebudayaan populer diantaranya adalah Industri musik yang berasal dari Korea Selatan. Dengan adanya Industri musik yang mulai hangat di tengah masyarakat dunia tak terkecuali Indonesia membuat Industri di Korea Selatan berusaha keras untuk mempromosikan produknya ke Indonesia dan Dunia. Produk musik ini memproduksi sebuah Music Video atau disingkat dengan MV yang merupakan salah satu bagian dari Komunikasi massa. Karena isi yang terkandung dalam Music Video merupakan pesan yang ingin disampaikan dari komunikator kepada komunikan, dengan tujuan agar khalayak dapat memaknai isi yang terkandung pada sebuah lagu dengan diperkuat melalui scene pada setiap Music Video yang disajikan. Komunikator dalam hal ini adalah boyband Korea yang pada penelitian ini adalah Boyband EXO dan komunikannya adalah fans atau khalayak umum. Dalam MV ini EXO merepresentasikan bagaimana konsep maskulinitas laki-laki di Korea itu digambarkan. Masyarakat yang awam dengan konsep maskulinitas di Korea akan menganggap banyak hal tabu, karena Maskulinitas di Korea digambarkan dengan konsep yang berbeda dari maskulinitas pada umumnya terutama di Indonesia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi makna denotasi, konotasi dan mitos dalam Music Video “Love Shot”. Kemudian akan mengetahui bagaimana Representasi Maskulinitas yang digambarkan oleh member Boyband Korea EXO dalam Music Video “Love Shot”. Sisi maskulinitas member boyband EXO dianalisis melalui tata busana, penggunaan make-up, ekspresi wajah, dan juga aksesoris yang dikenakan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Dimana semiotika Roland Barthes menekankan pada denotasi dan konotasi yang kemudian membentuk mitos untuk menghasilkan makna. Dalam hal ini sumber data dari Music Video boyband Korea selatan EXO dengan judul “Love Shot”, yang kemudian dari Music Video “Love Shot” tersebut diamati dan diambil scene-scene yang mewakili maskulinitas member EXO. Unsur-unsur dari music video “Love Shot” dimaknai selain itu penelitian ini bersifat subjektif-ilmiah, karena berorientasi pada pilihan teori dan logika peneliti dalam pemberian makna analisis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa member EXO mempresentasikan maskulinitas “New Man” atau Mugukjeok. Yang mana Maskulinitas baru di Korea Selatan terbentuk dari maskulinitas global yang terdiri dari Maskulinitas Jepang atau Bishonen (Maskulinitas dengan konsep pria cantik atau “beautiful boy”. Laki-laki yang tidak segan menggunakan riasan atau make-up pada wajahnya, dan pandai merawat wajahnya), Maskulinitas Hollywood atau Metroseksual (Maskulinitas dengan konsep laki-laki yang menjaga penampilan, mulai dari hal busana yang dikenakan, pembentukan otot, dan ingin menjadi pusat perhatian orang), dan yang terakhir adalah Maskulinitas Konfusianisme atau Soenbi (Maskulinitas ini adalah maskulinitas tradisional yang menggambarkan lelaki yang lembut dan juga berpendidikan dan juga disegani banyak orang).
Tidak tersedia versi lain