CD-ROM
Pemikiran Dan Perjuangan Petrus Kanisius Pari (Kajian Kepemimpinan Politik Di NTT) (CD + Cetak)
Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup tanpa manusia lain. Relasi sosial manusia dengan yang lainnya terwujud dalam satu ikatan kelompok atau persekutuan. Dalam kebersamaan dengan yang lainnya, keberagaman pribadi manusia dengan segala kelibahan dan kekurangannya akan menimbulkan perbedaan-perbedaan dalam kelompok tersebut. Perbedaan-perbedaan tersebut sering menimbulkan konflik. Oleh karena itu, dibutuhkan seseorang sebagai tokoh primer untuk penentuan struktur kelompok, suasana kelompok, tujuan kelompok, penengah dalam kelompok, ideologi kelompok, dan aktivitas kelompok. Dengan kata lain, dibutuhkan figur sentral yang dapat mempersatukan seluruh perbedaan dalam kelompok tersebut. Figur sentral tersebut yang kemudian disebut sebagai pemimpin.
Petrus Kanisius Pari atau yang lebih dekenal dengan nama Bung Kanis adalah salah satu pemimpin yang pernah hadir dalam sejarah masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Bung Kanis Pari lahir pada 17 September 1930 di Cereng, Manggarai Barat, Flores, NTT, dan meninggal pada tanggal 4 November 1987 di Jakarta. Sepenjang perjalanan hidupnya, Bung Kanis dikenal sebagai seorang jurnalis, politisi, dan juga guru. Sebagai seorang jurnalis, Bung Kanis pernah mendirikan beberapa media cetak berupa majalah dan koran. Bung Kanis juga sempat dipercayakan untuk menjadi pimpinan redaksi dari beberapa majalah di tingkat lokal. Berikutnya, Bung Kanis dikenal sebagai seorang politisi karena Bung Kanis pernah menjadi juru kampanye Partai Katolik dan bersama I.J. Kasimo berkeliling NTT untuk berkampanye pada tahun 1955. Kemudian ketika Partai Katolik berfusi ke dalam Partai Demokrasi Indonesia (PDI), Bung Kanis dipercayakan menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Provinsi NTT. Sejarah mencatat bahwa Bung Kanis menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT, dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Terakhir, Bung Kanis adalah guru, dalam konteks pembinaan kaum muda. Bung Kanis adalah figur pemimpin yang meyakini betul pentingnya proses pembinaan dan kaderisasi kaum muda. Oleh karena itu, Bung Kanis selalu total dan konsisten dalam membina kaum muda.
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pandangan masyarakat NTT terhadap pandangan dan perjuangan Petrus Kanisius Pari dalam kajian kepemimpinan politik di NTT. Selain itu untuk memperkenalkan kembali sosok Bung Kanis Pari yang mulai hilang dalam sejarah perkembangan masyarakat NTT dewasa ini. Diharapkan pula melalui penelitian ini mampu menambah khazanah pengetahuan dan referensi terkait kepemimpinan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, bersifat analisis deskriptif dengan cara melakukakan wawancara terhadap beberapa narasumber sebagai informan dan menelaah beberapa karangan tertulis untuk mendeskripsikan mengenai pandangan masyarakat NTT terhadap pemikiran dan perjuangan Petrus Kanisius Pari dalam kajian kepemimpinan politik di NTT. Penelitian kualitatif ini juga mencoba untuk menggali pemikiran dan perjuangan Petrus Kanisius Pari selama berkiprah dalam kancah politik NTT sehingga mampu mendeskripsikan realitas pandangan masyarakat NTT terkait kepemimpinan politik di NTT. Di dalamnya terdapat upaya mencatat dan menganalisis pemikiran dan perjuangan Petrus Kanisius Pari dalam kaitannya dengan praktik kepemimpinan politik di NTT.
Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya suatu tipe kepemimpinan yang berkembang di wilayah NTT, khusunya di Lela, Kabupaten Sikka. Tipe kepemimpinan yang berkembang adalah tipe Heroic Leadership yang ditumbuhkan oleh imam-imam Yesuit dari Spanyol dan Portugis. Kemudian terkait pandangan masyarakat NTT tentang kepemimpinan politik, masyarakat sangat merindukan pemimpin yang manunggal dengan rakyat, visioner, serta berintegritas. Keinginan ini adalah akumalasi dari praktik kepemimpinan yang selama ini dinilai tidak mengabdi pada nilai-nilai kepentingan umum.
Tidak tersedia versi lain