CD-ROM
Konstruksi Realitas Sosial Kota Masa Depan Dalam Iklan Meikarta Versi Aku Ingin Pindah Ke Meikarta Tvc 60 (CD + Cetak)
Perkembangan era modernitas saat ini terus berjalan dan terus meningkat, temasuk di bidang periklanan (Advertising). Salah satunya pada iklan properti di Indonesia. Melihat kondisi persaingan yang semakin ketat, maka para perusahaan ingin menarik perhatian agar propertinya dipilih oleh masyarakat. Oleh karena itu perusahaan sering kali menggunakan berbagai cara agar produk atau jasanya diminati. Salah satunya dengan mengkonstruksi iklan. Iklan dikemas dengan hal-hal yang selalu inginkan, menguntungkan dan serba baik. Namun, dibalik semua itu, terdapat ideologi atau kepentingan di dalamnya. Sering kali konstruksi yang dibuat hanya berfokus kepada image dan kepentingan dari perusahaan itu sendiri dengan menerapkan hyperrealitas dalam iklan. Namun, iklan tersebut tidak menjamin nasib dari khalayak yang mengkonsumsinya. Karena apa yang diiklankan tidak sesuai dengan realitas yang ada. Salah satu contohnya adalah iklan Meikarta garapan Lippo Group.
Iklan ini memiliki kontras antara iklan dan realitas. Yang terlihat jelas anatara penggambaran kota lama (Jakarta) dengan kota baru (Meikarta). Namun tidak sejalan dengan realitas yang ada. Iklan ini memiliki banyak makna dibalik makna, karena menonjolkan sisi positifnya dan mencoba menyembunyikan sisi lainnya dengan berbagai cara, salah satunya dengan promosi besar-besaran. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan keganjalan dan membongkar makna atau ideologi yang ingin ditanamkan. Peneliti ingin mencari makna manifest (terlihat) dan makna latent (tersembunyi) yang ada di dalam iklan Meikarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan makna iklan baik yang terlihat maupun yang tersembunyi dari konstruksi realitas sosial kota masa depan yang ingin di bangun dalam iklan Meikarta “Aku Ingin Pindah ke Meikarta” Tvc 60̎. Sehingga khalayak menjadi audience yang lebih aktif dalam mengkonsumsi iklan yang ada.
Penelitian ini membongkar iklan Meikarta dengan judul “Aku ingin pindah ke Meiakrta” dengan durasi 60 detik yang diunggah pada akun The Meikarta dalam Youtube yang di upload pada tanggal 1 Agustus 2017. Peneliti menggunakan tabel semiotika umum untuk membongkar iklan dalam bentuk perpotongan scene dan menganalisisnya dengan menggunakan model analisis wacana Norman Fairclough, dengan 3 dimensinya: analisis teks, discourse practice dan sociocultural practise yang disesuikan dengan situasi dan kondisi baik dari sisi perekonomian, politik maupun sosial yang ada di Indonesia pada saat dan sesudah iklan Meikarta diproduksi, dikonsumsi dan dipublikasikan.
Hasil dari penelitian ini adalah iklan Meikarta yang sempat viral karena bombastis memang memiliki makna yang seharusnya diketahui oleh khalayak. Iklan ini tidak hanya berisi tujuan umum dari pengiklan, namun juga sebagai sindiran dan ingin menanamkan pemikiran bahwa kota lama sudah tidak layak huni, iklan ini ingin mengubah sistem dan berusaha keras agar sisi yang disembunyikan selama ini tidak diketahui publik. Karena segala infromasi mengenai pemberitaan Meikarta tidaklah transparan. Kesimpulannya adalah Iklan Meikarta hanyalah imaji belaka jika tidak memiliki legalitas dan hanya akan menambah masalah baru jika memang nantinya akan dibangun.
Tidak tersedia versi lain