CD-ROM
Perbedaan Persepsi Pria Dewasa Awal Masyarakat Dawan-Timor Terhadap Tradisi Sifon Ditinjau dari Tingkat Pendidikan (CD+Cetak)
Tradisi sifon adalah tradisi persetubuhan wajib pasca-sunat dengan perempuan yang bukan pasangan pada masyarakat Dawan-Timor. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tradisi sifon berpengaruh pada penularan PMS dan HIV-AIDS di pulau Timor juga terhadap sisi psikologis perempuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan persepsi pada pria dewasa awal masyarakat Dawan-Timor terhadap tradisi sifon, ditinjau dari tingkat pendididkan, yaitu pria dengan pendidikan SMP dan pria dengan pendidikan SMA. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tingkat pendidikan, sedangkan variabel tergantungnya adalah persepsi terhadap tradisi sifon. Penelitian ini menggunakan skala persepsi yang mengacu pada model penskalaan likert, dan pembuatan skala persepsi menggunakan aspek-aspek persepsi yang diungkapkan oleh Allport, yaitu aspek kognitif, afektif dan konatif. Skala ini terdiri dari 60 item melalui tahap uji coba, dimana tahap validasi isi dan try out diperoleh 40 item. Hasil uji reabilitas butir soal pada alat ukur skala persepsi diperoleh alpha sebesar 0,837 sehingga uji reabilitas memiliki derajat yang tinggi. Hasil analisa data menunjukkan bahwa rata-rata skor persepsi pria dewasa awal yang berpendidikan SMA sebesar 111,00 dan yang berpendidikan SMP adalah 116,37. Dengan itu, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan persepsi pria dewasa awal masyarakat Dawan-Timor terhadap tradisi sifon, dimana pria dengan pendidikan rendah memiliki persepsi yang lebih positif dibandingkan dengan pria yang memiliki pendidikan tinggi.
KATA KUNCI: Persepsi, Tingkat Pendidikan, Masyarakat Dawan, Sifon
Tidak tersedia versi lain