CD-ROM
Konstruksi pesan nasionalisme dalam film Soekarno karya Hanung Bramantyo (CD)
Penelitian ini dilakukan oleh Marta Hendrata, 12330016, pembimbing I Bapak Rochmad Effendy dan pembimbing II Bapak, Imam Patkuroji judul penelitian “Konstruksi Pesan Pendidikan Nasionalisme dalam Film SOEKARNO”.
Kata Kunci : Konstruksi Pesan dan Nasionalisme
Era 2000an dunia perfilman Indonesia mulai bangkit kembali. Dengan ditandai munculnya flm Petualangan Sherina (2000), Ada Apa Dengan Cinta (2002), Joshua Ohh Joshua (2001), dll, maka sineas Indonesia mulai kembali berlomba-berlomba untuk berkaya dan mencari tempat di hati penonton film Indonesia.
Film sebagai media komunikasi yang didalamnya terdapat proses komunikasi banyak mengandung pesan, baik pesan sosial, pesan moral, maupun pesan Nasionalisme. Salah satu film yang memberikan pesan Nasionalisme adalah film Soekarno. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana konstruksi pesan Nasionalisme yang diangkat dalam film Soekarno?
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana kontruksi pesan Nasionalisme dalam film Soekarno karya Hanung Bramantyo. Peter L. Berger menjelaskan konstruksi sosial atas realitas melalui “The Social Construction of Reality, a Treatise in the Sociological of Knowledge” (1966). Teori dan pendekatan konstruksi sosial atas realitas terjadi secara simultan melalui tiga proses sosial, yaitu eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Tiga proses ini terjadi di antara individu satu dengan individu lainnya dalam masyarakat.
Sifat penelitian yang akan digunakan bersifat wacana kritis dengan pendekatan kualitatif. Dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis Van Dijk. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan observasi terhadap isi pesan atau dalam bentuk ucapan maupun adegan yang ada dalam film SOEKARNO.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konstruksi Pesan Nasionalisme dalam film SOEKARNO karya Hanung Bramantyo bisa dikatakan cukup kuat bisa dilihat mulai dari penyutradaraan para aktor, setting tempat film, property yang digunakan bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat khususnya generasi muda, para wakil rakyat dan pemimpin bangsa untuk tidak hanya memikirkan kekuasaan dan uang saja, tetapi harus bisa memajukan bangsa ini dengan rasa tanggung jawab, mementingkan kepentingan rakyatnya di atas kepentingan pribadi, jujur, rendah hati, sederhana dan bisa membaur dengan rakyatnya. Dan salah satu tokoh yang bisa menjadi inspirasi bagi para pemimpin bangsa ini kedepannya adalah SOEKARNO.
Tidak tersedia versi lain