e-Library UNMER Malang

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

CD-ROM

Penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan penyidik terhadap penetapan seorang tersangka ditinjau dari putusan mahkamah konstitusi No.21/PUU-+XII/2014 (CD + Cetak)

Agung, Umbu - Nama Orang;

Penelitian ini berjudul “PENYALAHGUNAAN KEWENANGAN YANG DILAKUKAN PENYIDIK TERHADAP PENETAPAN SEORANG TERSANGKA DITINJAU DARI PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 21/PUU-XII/2014. Adapun latar belakang penelitian ini adalah adanya penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan oleh penyidik dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya hukum yang akan dilakukan oleh seseorang apabila berhadapan dengan penyidik yang bertindak dengan sewenang-wenangnya dalam menetapkan status seseorang menjadi tersangka. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan yuridis normatif. Penulis menggunakan dua pendekatan antara lain : 1. Pendekatan Undang-undang (statute approach) dan 2. Pendekatan Konsep (conceptual approach) sedangkan metode analisis yang digunakan dilakukan secara deduktif, yaitu menarik kesimpulan dari suatu permasalahan yang bersifat umum (ketentuan hukum positif) ke permasalahan yang bersifat konkrit (kasus konkrit yang dihadapi) untuk didapatkan penyelesaiannya Lembaga Praperadilan secara limitatif diatur dalam pasal 1 angka 10 jo. pasal 77 huruf a KUHAP mempunyai wewenang untuk memeriksa dan memutus mengenai : sah atau tidaknya penangkapan dan atau penahanan; sah atau tidaknya penghentian penyidikan atau penghentian penuntutan dan permintaan ganti kerugian atau rehabilitasi bagi seorang yang perkara pidananya dihentikan pada tingkat penyidikan atau penuntutan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa, Mahkamah Konstitusi sebagai pengawal dan penjaga konstitusi telah melakukan suatu terobosan hukum baru dengan cara mengeluarkan putusan nomor 21/PUU-XII/2014 yang pada pokoknya menyatakan : 1. inkonstitusional bersyarat terhadap frasa "bukti permulaan", "bukti permulaan yang cukup", dan "bukti yang cukup" dalam pasal 1 angka 14, pasal 17 dan pasal 21 ayat 1 KUHAP sepanjang dimaknai minimal dua alat bukti sesuai pasal 184 KUHAP; 2. Pasal 77 huruf a KUHAP dinyatakan inkonstitusional sepanjang tidak dimaknai termasuk penetapan tersangka, penggeledahan dan penyitaan. Adapun Mahkamah Konstitusi menganggap bahwa syarat minimum dua alat bukti dan pemeriksaan calon tersangka adalah guna transparansi dan perlindungan hak asasi seseorang agar sebelum seseorang ditetapkan sebagai tersangka telah dapat memberi keterangan secara seimbang. Dampak dari lahirnya putusan Mahkamah Konstitusi tersebut ialah bertambahnya objek lembaga praperadilan yaitu : 1. penetapan tersangka; 2. Penyitaan; dan 3. Penggeledahan, disamping objek lainnya yang diatur dalam pasal 77 huruf a KUHAP. Hal ini dilakukan demi penegakan hukum dan perlindungan terhadap hak asasi manusia dari tindakan sewenang-wenang yang dilakukan penyidik.
Kata kunci: Penyalahgunaan Kewenangan Oleh Penyidik, Penetapan Tersangka, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014.


Ketersediaan
#
Perpus Pusat (L2) 007 PDN2016 AGU p
99160072PN
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
#
Fak Hukum (L. II. R Perpus) 002 PDN2016 AGU p
10170002PN
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
007 PDN2016 AGU p
Penerbit
Malang : Fakultas Hukum Universitas Merdeka Malang., 2016
Deskripsi Fisik
PDF FILE 1.117KB
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
007 PDN2016/21-22
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
PENYALAHGUNAAN KEWENANGAN OLEH PENYIDIK
PENETAPAN TERSANGKA
PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 21/PUU-XII/2014
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

e-Library UNMER Malang
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Universitas Merdeka Malang memiliki berbagai jenis koleksi, antara lain: Fiksi, Ilmu Pengetahuan, Jurnal, Prosiding, Hasil Seminar, Kamus, Ensiklopedia, dll. Dari koleksi cetak sampai koleksi digital seperti CD-ROM, CD, VCD dan DVD. Perpustakaan Unmer juga mengumpulkan publikasi harian serials seperti surat kabar dan juga serial bulanan seperti majalah.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

Statistik Pengunjung :

Hari ini :

1 Minggu Terakhir :

1 Bulan Terakhir :

Semua :


© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?