CD-ROM
Representaasi perlawanan luviana sebagai jurnalis dalam film dokumenter "dibalik frekuensi" (CD + Cetak)
Manusia adalah makhluk sosial, dimana manusia memerlukan komunikasi
untuk kelangsungan hidupnya. Film merupakan media ekspresi dan komunikasi.
Media film memiliki keampuhan yang besar untuk mempengaruhi publik. Publik
seakan menyaksikan langsung, bahkan seolah-olah ikut terlibat pada peristiwa
yang terjadi dalam sebuah film.
Film yang menjadi objek penelitian ini adalah film dokumenter Dibalik
Frekuensi, garapan sutradara Ucu Agustin. Film dokumenter Dibalik Frekuensi
mengisahkan perjuangan yang dilakukan oleh Luviana jurnalis Metro tv yang di
nonjob kan dari pekerjaannya sebagai asisten produser program berita karena
mempertanyakan keputusan Metro tv yang dianggap sepihak serta
mempertanyakan kebijakan Metro tv yang melarang untuk mendirikan serikat
pekerja di perusahaan. Dalam film ini Luviana harus berhadapan dengan Surya
Paloh yang merupakan pemilik media Metro tv yang juga menjabat sebagai ketua
umum partai Nasional Demokrat (NasDem).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, dan
mitos yang terdapat dalam film dokumenter “Dibalik Frekuensi”. Film umumnya
dibangun dengan banyak tanda. Tanda-tanda itu termasuk berbagai sistem tanda
yang bekerja sama dengan baik dalam upaya mencapai efek yang diharapkan.
Karena sebuah film pada dasarnya bisa melibatkan bentuk-bentuk simbol visual
dan linguistik untuk mengkodekan pesan yang sedang disampaikan.
Untuk itu, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
analisissemiotika model Roland Barthes yang menggembangkan semiotik
menjadi dua tingkatan pertandaan, yaitu denotasi dan konotasi yang menghasilkan
makna eksplisit untuk memahami makna yang terkandung dalam film ini. Dalam
kerangka Barthes, konotasi identik dengan operasi ideologi, yang disebutnya
sebagai “mitos” dan berfungsi untuk mengungkapkan dan memberikan
pembenaran bagi nilai-nilai dominan yang berlaku dalam suatu periode tertentu.
Hasil penelitian menunjukkan akan makna denotasi, konotasi, serta mitos
yang digambarkan dalam film dimana dalam film menggambarkan perjuangan
sosok Luviana dalam melakukan pelawanan terhadap Metro tv. Makna-makna
tersebut muncul dalam adegan-adegan Luviana dalam melakukan orasi serta aksiaksinya
melawan media Metro tv. Selain itu, dalam film juga mengangkat
kehidupan Luviana sebagai ibu rumah tangga dimana disela kesibukannya
memperjuangkan nasibnya di Metro tv dia juga memperjuangkan nasib anaknya
yang bergantung pada nasibnya di Metro tv. Luviana digamarkan sebagai sosok
jurnalis inspiratif bagi masyarakat.
Tidak tersedia versi lain