CD-ROM
Konstruksi figur politik Jusuf Kalla dalam program talk show jalan keluar di Kompas TV (CD)
Kompas TV merupakan media yang memilikisemboyanobyektifdanindependenmerupakan TV dengansemangatmenginspirasi Indonesia sertamenghasilkan program – program yang menumbuhkanharapan.Salah satunyaadalahJalnKeluarKompas TV.JalanKeluarmerupakantalk show yang memilikikeunikanyaitumemilikihostdannarasumber yang samayaituJusufKallaseorangKomunikatorPolitik, kaderpartaidanjugasalahsatufigurpemimpnterpopuler.
TujuandaripenelitianiniadalahuntukmengetahuibagaimanakonstruksifigurpolitikJusufKalladalam program italk showJalanKeluar di Kompas TV episode “bijakmenyikapikenaikanharga”. Berdasarkanpenelitianini, diharapkandapatmemberikanmanfaatbagiparapenelitiframing untukmengembangkanpenelitian yang bersifat audio visual.Selainitu, penelitianinimampumemberikanpencerahanbagipembacauntukmelihatbagaimanasuatu media mengkonstruksikanseorangkomunikatorpolitik.
PenelitianinimenggunakanmetodekonstruktifKritisdengananalisisframing model Gamsondan Modigliani yang menguraikansecaraterperincitalk show JalanKeluardilihatdari audio dan visual.
Jusuf Kalla terlihat sebagai Komunikator Politik yang setuju dengan keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM dan kenaikan harga bahan pokok. Hal ini jelas terlihat dalam methapore yang digunakan oleh Jusuf Kalla “jangan hanya kalo sawi naik senang, tapi kalo cabe naik marah”, selain itu Jusuf Kalla menggambarkan siatuasi yang kondusif dengan kalimat “sebenarnya situasi pasar kebutuhan pokok tenang – tenang saja, stabil aja, tidak ada yang lonjakan baik dari sisi harga“ Hal ini didukung oleh panelis yang lain yaitu Bayu Krisna Mukti yang mengatakan “kan pedagang juga punya lebaran”, Abdul Kamal mengatakan masalah timbul hanya karena “permainan politik”.Bagi peneliti, terlihat dengan sangat jelas adanya interaksi antara panelis dan Jusuf Kalla yang terlihat seperti sebuah kesepakatan. Karena dalam program ini tidak ada pihak yang keberatan dengan keputusan pemerintah. Peneliti melihat bahwa Framing pada program talkshow memiliki kekuatan package yang sangat kuat karena melalui proses editing dan juga audio visual yang lebih beragam. Hal ini memberikan kesan yang lebih mendalam secara intensitas dan frekuensi penunjukan simbol atau lambang yang mewakili makna yang ingin dibingkai.Jusuf Kalla dikonstruksikan sebagai Figur Politik yang memiliki kualitas dalam memberikan jalan keluar, analisa dan yang menarik adalah Jusuf Kalla dalam program ini merupakan Host sekaligus narasumber yang memberikan solusi dan panelis yang lain hanya memberikan informasi termasuk dari pihak pemerintah. Kesan humoris, berpengalaman dan memiliki kemampuan menyelesaikan masalah sangat ditonjolkan dalam program ini.
Dari pengalamanmenggunakananalisiFraming model Gamsondan Modigliani, penelitimenyarankanwaktu yang cukup lama untukmeneliti audio visual. Hal inidikarenakananalisisyang lebihrumitdanbutuhberbagaisumberuntukmenelitidaribanyakkategori. Akan tetapi, penelitiberharapadanyapeneliti lain yang mampumenggunakanmetode yang serupauntukmelihatkonstruksi media Televisisebagai media yang paling seringdikonsumsiolehmasyarakatdanjugamenjadiisuutamadalamkeberpihakanterhadapgolongantertentu yang tentunyaberhubungandenganekonomipolitik media.
Tidak tersedia versi lain