CD-ROM
Komunikasi interpersonal pengurus pesantren dengan stakeholder tentang keberadaan "Masjid in" (CD + Cetak)
Persoalan yang terjadi antara Ponpes Bahri „Asali Fadlaailir Rahmah (Bi
Ba‟a Fadlrah) dengan stakeholder terkait keberadaan “Masjid Jin” tidak bisa
dianggap sebelah mata, hal ini bisa menjadi persoalan yang serius dan lebih
kompleks apabila tidak ditangani dengan maksimal oleh pihak Ponpes, karena di
khawatirkan adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan
situasi serta kondisi tersebut untuk mencari keuntungan dan memperkeruh
keadaan, persoalan yang kedua adalah memberikan citra yang buruk bagi pihak
Ponpes.Untuk itu penulis ingin meneliti tentang komunikasi interpersonal yang
dibangun pengurus pesantren dengan stakeholder tentang keberadaan “Masjid
Jin” .
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan
secara detail bagaimana komunikasi interpersonal yang dibangun pengurus
pesantren dengan stakeholder tentang keberadaan “Masjid Jin”. Manfaat
penelitian bagi jurusan Ilmu Komunikasi adalah untuk mengetahui dan menambah
ilmu tentang penggunaan komunikasi interpersonal dalam menyelesaikan dan
menjawab persoalan di balik fenomena yang ada di sekitar masyarakat dan
sebagai bahan evaluasi bagi pengurus Ponpes yang bersangkutan.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif
kualitatif dengan berupaya menganalisa bahan penelitian yang selanjutnya
mendeskripsikan secara detail komunikasi interpersonal yang dibangun pengurus
pesantren dengan stakeholder tentang keberadaan “Masjid Jin”. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh pengurus
Ponpes dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan
benar, serta mudah dimengerti dan menaati aturan Killer Words dan Magic
Words. Sedangkan komunikasi nonverbal pengurus Ponpes dalam melakukan
komunikasi interpersonal meliputi isyarat tangan, gerakan kepala, postur tubuh
dan posisi kaki, ekspresi wajah dan tatapan muka, sentuhan, parabahasa, busana,
karakteristik fisik, bau-bauan, orientasi ruang dan jarak pribadi, posisi duduk dan
pengaturan ruangan, konsep waktu, diam, warna, dan artefak. Semua komunikasi
verbal dan nonverbal yang dilakukan oleh pengurus Pondok pesantren Bihaaru
Bahri „Asali Fadlaailir Rahmah guna membangun komunikasi interpersonal yang
efektif dengan stakeholder sudah berjalan cukup baik, karena adanya unsur
empati, kesetaraan, keterbukaan, dukungan, inisiatif dan pujian, dalam bentuk
verbal dan nonverbal yang dilakukan.
Tidak tersedia versi lain