CD-ROM
Media literacy guna peningkatkan pemahaman anak bermedia (studi pada anak usia 10-11 th. MI Almaarif 06 Toyomarto) (CD)
Televisi saat ini bukan menjadi barang yang sulit ditemui ditiap sudut rumah lagi, melainkan sudah sangat mudah diakses oleh siapapun, bahkan anak- anak, sehingga anak sudah mempunyai tayangan televisi kesukaan dan sangat ditunggu- tunggu tiap episodenya. Salah satunya adalah tayangan sinetron berseri Ganteng- Ganteng Serigala. Melalui tayangan sinetron Ganteng- Ganteng Serigala ini anak- anak jadi tahu kosakata baru dari bahasa alay yang sedang update dan menjadikan anak- anak menjadi lebih ekspresif dalam menyampaikan emosi. Tayangan ini juga sama sekali tidak memberikan nilai positif bagi anak, berbeda hal nya dengan tayangan program acara yang bergenre anak yang terkandung nilai pendidikan, persahabatan, kekompakan dan saling menghargai. Hal ini membuat penulis tertarik untuk meneliti kecerdasan anak dalam mengkonsumsi pesan media dari tayangan Ganteng- Ganteng Serigala, dengan informan dari MI Almaarif 06 Toyomarto Singosari Malang, sejauh mana informan memahami pesan dan fenomena yang diciptakan oleh media televisi dan memanfaatkan isi tayangan berdasarkan kemampuan literasi anak.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan, meringkas kondisi, berbagai situasi atau fenomena realitas sosial yang ada dalam masyarakat yang menjadi objek penelitian, dan menarik realitas itu ke permukaan sebagai karakter, suatu ciri, dan kebiasaan serta pola asuh tentang kondisi, situasi atau pun fenomena tertentu.
Hasil penelitian didapatkan bahwa kecerdasan pada informan dalam mengakses, menganalisis, meniru belum memadai. Pada anak usia 10- 11 tahun adalah masa dimana ketertarikan akan hal baru yang merangsang daya khayal dan fantasi cukup besar. Melalui media televisi dengan audio visual nya, anak mampu melihat sekaligus mendengarkan apa yang ditayangkan ditelevisi, hal baru yang menarik perhatian akan ditiru dan dibawa dalam lingkungan bermain, karena sebagian besar teman- teman sebaya dan sekelas juga menyukai tayangan yang sama. Karena anak mempunyai sikap yang cenderung meniru maka kamampuan literasi anak hanya sebatas memanfaatkan cerita dari tayangan sinetron Ganteng Ganteng Serigala sebagai salah satu jenis permainan namun belum bisa memilah hal- hal yang tidak boleh untuk dilakukan. Hal ini tentunya membutuhkan peran aktif pengasuh dalam mendiskusi tentang konten media dan memilih tayangan atau program yang cocok untuk anak. Di sisi lain, pemerintah juga memiliki tanggung jawab dalam hal ini. Aksi bullying yang ditampilkan dari sinetron Ganteng- Ganteng Serigala secara tidak langsung mempengaruhi moral anak. anak adalah penerus bangsa yang harus diperjuangkan untuk masa depan bangsa yang lebih baik, maka harus di beri nilai- nilai diri yang baik dalam masyarakat dan dari apa yang dilihat ditelevisi agar tercipta moral yang baik pula.
Tidak tersedia versi lain