CD-ROM
Jaringan komunikasi organisasi dalam komunitas tritunggal mahakudus (CD)
Peran komunkasi sangat berarti dalam menentukan keberhasilan suatu Organisasi dalam upaya mencapai tujuan. Pemimpin di dalam KTM tergolong jenis pemimpin karismatik etispemimpin ini dikarakteristikkan dengan percaya diri dan memiliki bawahan yang percaya diri, harapan yang tinggi pada bawahan, visi ideologis, dan memiliki contoh personal. serta ketrampilan persuasive seperti keahlian teknis dan membantu menegakkan pendirian, perilaku, dan perubahan emosi dalam pengikutnya,.Berdasarkan uraian di atas, penulis memiliki ketertarikan untuk meneliti bagaimana jaringan komunikasi yang dilakukan oleh pemimpin dalam komunitas Tritunggal Mahakudus dalam mengelola organisasi ini
Berdasarkan latar belakang permasalahan, maka tujuan yang hendak dicapai di dalam melakukan penelitian adalah untuk mendeskripsikan Jaringan Komunikasi Organisasi dalam Komunitas Tritunggal Mahakudus. Manfaat penelitian adalah dapat membantu civitas akademika yang ingin mengetahui proses atau tahapan komunikasi organisasi pada organisasi massa di bidang rohani dan dapat memberikan sumbangan informasi yang terkait dengan jaringan komunikasi organisasi pada gereja Katolik, dan secara khusus pada Komunitas Tritunggal Mahakudus.
Peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan metode analisis kualitatif guna memperoleh informasi secara mendalam dengan teknik in depth interview. Dimana lokasi penelitian adalah seluruh Indonesia yang diwakili oleh Jakarta, Makassar, dan Malang.
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwapentingnya system penyampaian pesan dalam Komunitas Tritunggal Mahakudus sebagai jalur pertukaran informasi sehingga dalam menyikapi perkembangan teknologi yang terus berkembang, sistem penyampaian informasi sebagai jalur komunikasi pada Komunitas Tritunggal Mahakudus haruslah diupdate dan disempurnakan agar dapat menunjang penyaluran informasi kepada anggota juga para pemegang fungsi jabatan pun juga dianjurkan untuk beradaptasi terhadap perkembangan agar tidak menghambat proses komunikasi. Kemudian, dalam menjalankan peranan fungsi jabatan pada Komunitas Tritunggal Mahakudus, diperlukan kesadaran dan persepsi terhadap tujuan organisasi agar dapat berjalan dengan satu visi.. Dan dalam perkembangangan organisasi organisasi ini, komunikasi non formal menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kedekatan hubungan interpersonal sehingga disaat menjalankan sebuah program kerja atau acara mereka bisa lebih optimal.
Tidak tersedia versi lain