CD-ROM
Analisis pembentukan portofolio yang optimal pada perusahaan LQ45 di BEI dengan pendekatan model indeks tunggal (CD)
Keputusan investasi umumnya dibagi ke dalam tiga kelompok yaitu investor yang netral terhadap risiko (risk neutral), investor yang menyukai risiko (risk seeker), dan investor yang menghindari risiko (risk averter). Namun, mayoritas investor lebih cenderung bersifat menghindari risiko (risk averter) dalam setiap keputusannya, sehingga mereka lebih memilih investasi yang menawarkan tingkat return tertinggi dengan risiko terendah. Para investor selalu berupaya memaksimumkan kekayaannya melalui maksimalisasi return dan meminimalisasi risiko.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saham-saham yang termasuk dalam indeks LQ-45 yang memenuhi kriteria pembentukan portofolio optimal berdasarkan Model Indeks Tunggal. Penelitian ini diambil dari perusahaan-perusahaan di Indonesia yang sahamnya terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan populasi sebanyak 45 saham. Pemilihan sampel didasarkan pada kriteria bahwa saham-saham tersebut adalah saham-saham yang terdaftar di BEI dan secara berturut-turut termasuk dalam indeks LQ-45 selama 4 tahun pengamatan yaitu tahun 2010-2013. Dalam penelitian ini terdapat 15 sampel yang terpilih. Data yang digunakan adalah data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah penerapan Model Indeks Tunggal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 saham yang merupakan sampel penelitian, hanya terdapat 5 saham yang merupakan saham-saham pembentuk portofolio optimal. Ke 5 saham tersebut adalah saham BMTR, MNCN, ASRI, BBRI, dan BBNI dengan proporsi dana masing-masing saham berturut-turut adalah sebesar 46,21%, 22,59%, 7,65%, 8,51%, dan 15,04%. Portofolio yang terbentuk dari ke 5 saham tersebut mampu memberikan expected return sebesar 14,43% dan mengandung risiko sebesar 22%.
Tidak tersedia versi lain