CD-ROM
Dampak program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan(PNPM-MPD) terhadap kesehatan dan sanitasi lingkungan desa (studi evaluasi Keputusan Bupati Malang no.180/397/KEP/421.013 /2012 tentang Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Malang) (CD)
Kemiskinan adalah permasalahan utama dalam agenda pembangunan di Indonesia sampai dengan saat ini. Masalah kemiskinan menjadi prioritas utama kebijakan pemerintah karena merupakan amanat konstitusi dalam rangka mencapai tujuan nasional sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Sampai saat ini telah banyak di keluarkan program-program pendekatan dan strategi pembangunan namun belum mampu mengatasi tingkat kemiskinan di Indonesia, hal ini dapat di lihat dari realita penduduk yang masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan dan masih lebarnya kesenjangan penghasilan antara orang kaya dan miskin, kesenjangan perekonomian antar wilayah, buruknya kualitas sarana prasarana pelayanan publik, serta menurunnya derajat kesehatan masyarakat yang digambarkan dari rendahnya angka harapan hidup, tingginya angka kematian bayi, nutrisi kurang, dan rendahnya tingkat ketahanan pangan.
Desa Karangduren yang secara struktural merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari sistem perwilayahan Kecamatan Pakisaji, secara geografis Desa Karangduren terletak pada wilayah jalur alternatif transportasi darat, memiliki potensi yang cukup strategis dengan luas wilayah 510,2 Ha yang terbagi menjadi 3 Dusun.
Program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan ini, dapat dikatakan sebagai program pemberdayaan masyarakat terbesar di tanah air. Dalam pelaksanaannya program ini memusatkan kegiatan bagi masyarakat Indonesia paling miskin di wilayah perdesaan. Program ini menyediakan fasilitasi pemberdayaan masyarakat/ kelembagaan lokal, pendampingan, pelatihan, serta dana Bantuan Langsung untuk Masyarakat (BLM) kepada masyarakat secara langsung. Besaran dana BLM yang dialokasikan sebesar Rp750 juta sampai Rp3 miliar per kecamatan, tergantung jumlah penduduk.
Dukungan masyarakat merupakan hal yang penting bagi kelangsungan sebuah program, melihat dukungan dari masyarakat yang begitu antusias melalui partisipasi menjadikan dorongan yang sangat baik. Dukungan dari masyarakat juga menjadikan motor penyemangat bagi pelaksanaan program yang akan dilaksanakan.
Sumberdaya manusia merupakan faktor utama dalam menjalankan sebuah program, rendahnya sumberdaya manusia yang tersedia akan berpengaruh pula terhadap kualitas program tersebut. Selain itu kualitas pendidikan aparatur merupakan hal penting yang sangat berpengaruh terhadap kecakapan aparat dalam melakukan proses pekerjaan. Dengan relative rendahnya tingkat pendidikan maka pengetahuannya akan sedikit sehingga mengakibatkan pada terhambatnya pemeliharaan sarana, fasilitas, serta bangunan yang tersedia sebab pengetahuannya masih minim. Sedangkan dari segi kemampuan (skill) yang dimiliki pun masih kurang
Tidak tersedia versi lain