CD-ROM
Analisis efektivitas sistem pemberian kredit usaha rakyat(KUR) mikro guna meminimalisir kredit bermasalah di BRI Unit Talun Cab.Blitar (studi kasus pada BRI Unit Talun Cab.Blitar) (CD)
Pemberian kredit merupakan salah satu bentuk usaha yang dapat dilakukan oleh sebuah bank. Bank Rakyat Indonesia secara konsisten fokus pada pengembangan segmen bisnis usaha mikro, kecil dan menengah sehingga diharapkan dengan dilakukannya penelitian ini, peneliti bisa memberikan gambaran yang baik sebagai contoh untuk perusahaan penyalur kredit usaha rakyat (KUR). Proses pemberian kredit dilakukan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian melalui analisis yang akurat dan mendalam, penyaluran kredit yang tepat, serta pengawasan kredit yang ketat. Hal ini dilakukan untuk mempertimbangkan resiko-resiko yang akan terjadi termasuk kemungkinan timbulnya kredit bermasalah dan hal ini akan berdampak pada tingkat Non Performing Loan perbankan.
Penelitian tersebut dilakukan di BRI Unit Talun Cabang Blitar guna mengetahui efektivitas sistem pemberian kredit di BRI Unit tersebut. Teknik analisa dalam penelitian tersebut menggunakan teknik analisa deskriptif dengan menggunakan variabel independen berupa jumlah persentase NPL (Non Performing Loan) serta variabel dependen berupa jumlah kredit bermasalah di BRI Unit Talun selama tahun 2010 – tahun 2014.
Sistem pemberian kredit usaha rakyat (KUR) di BRI Unit Talun tidak efektif dibuktikan dengan data peningkatan baik jumlah NPL serta jumlah kredit macet untuk tiap tahunnya. Namun untuk peningkatannya masih wajar karena masih dibawah batas maximal Bank Indonesia. Selain kurang efektifnya sistem pemberian kredit di BRI unit Talun antara lain perangkapan tugas serta fungsi pekerja lini khususnya mantri, pengisian data calon debitur dilakukan oleh Customer Service, Tidak adanya on the spot ulang ke tempat usaha debitur yang dilakukan oleh kepala unit selaku pemutus kredit, Tidak terdapat risk scoring kredit pada saat melakukan analisa kredit dalam loan approval system. Serta kurangnya pembinaan terhadap debitur, sehingga kunjungan hanya dilakukan selama sekali saat debitur melakukan pengajuan kredit.
Kata Kunci: Non performing loan, on the spot, risk scoring, loan approval system
Tidak tersedia versi lain