CD-ROM
Analisis implementasi properti investasi (PSAK 13) terhdap laba perusahaan sebelum dan sesudah penerapan IFRS pada industri properti dan real esate yang go public (CD)
Konvergensi IFRS ke PSAK, khususnya PSAK 13 tentang properti investasi, telah melewati tahap implementasi pada tahun 2012. Menggunakan perioda setelah implementasi, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan laba perusahaan sebelum dan sesudah penerapan IFRS ke aset properti investasi, utamanya terkait pemilihan metoda pengukuran biaya perolehan dan nilai wajar.
Melalui teknik purpossive sampling diperoleh lima perusahaan sampel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dalam penelitian dilakukan teknik analisis data berupa teknik mirror untuk nilai aset properti investasi dan teknik trend analysis untuk mendapatkan perbandingan laba kedua metoda pengukuran.
Penelitian menunjukkan hasil yang signifikan. Reklasifikasi properti investasi yang diakui sejak awal proses pembangunan dan pengembangan, dianggap sangat penting dalam mengklasifikasikan penyajian aset perusahaan. Selain itu, laba perusahaan menggunakan metoda nilai wajar, yang ditawarkan oleh IFRS, jauh lebih tinggi daripada menggunakan metoda biaya perolehan.Metoda nilai wajar juga memberikan beberapa benefituntuk perusahaan terutama untuk perusahaan yang hendak berekspansi hingga internasional.
Kata kunci: properti investasi, IFRS, biaya perolehan, nilai wajar, laba perusahaan
Tidak tersedia versi lain