CD-ROM
Analisis perbaikan kualitas gula SHS 1 pada PT.PG.Krebet Baru Malang dengan menggunakan metode six Sigma (CD)
Pasar Industri makanan dan bahan olahan yang semakin di minati oleh masyarakat akan
meningkatkan persaingan antar industi makanan dan bahan olahandalam melakukan inovasi
dan menjaga kualitas produk yang di produksi. Sehingga untuk mempertahankan lifecycle
produk agar tetap exist dipasar, perusahaan dalam memproduksi produknya perlu menjaga
kualitas produknya, salah satunya dengan menggunakan pengendalian kualitas . annual
product review digunakan sebagai metode pengukuran kualitas yang digunakan , namun
secara aktual belum dapat menidentifikasi masalah yang terjadi dan melakukan perbaikan
yang dapat mengurangi tingkat nilai defect pada produk yang dihasilkan. Pada hal ini
penelitian dilakukan pada pabrik gula di PT.PG.Krebet baru Malang dengan produk gula SHS
1 dengan melihat nilai Icumsa ( warna gula ) sebagai ukuran menilai kualitas gula. Six sigma
merupakan suatu metode pengendalian kualitas yang yang dapat digunakan untuk sebagai
alat mengidentifikasi dan analisa, dengan metode six sigma diharapkan dapatmengurangi
tingkat nilai defect pada produk yang dihasilkan. 4 tahapan yan digunakan dalam
permasalahan ini adalah define, measure, analyze, improve. Dalam tahap define dilakukan
identifikasi masalah yang berkaitan dengan keinginan pelanggan. Measure dalam tahap ini
dilakukan pengukuran kinerja proses saat ini dengan menggunakan DPMO, kapabilitas
sigma. Analyze digunakan untuk melakukan alternative perbakan pada proses yang
menyebabkan tingkat nilai defect tinggi. Improve dilakukan untuk melakukan proses
perbaikan setelah hasil analyze di tentukan. Berdasarkan hasil perhitungan kapabilitas sigma
diperoleh nilai sigma sebesar 3,26 dengan nilai DPMO sebesar 38.400. Nilai sigma sebesar
3,26 masih sangat jauh dengan nilai standart 6 sigma, untuk proses yang lebih baik di
perlukan nlai DPMO yang mendekati 6 sigma. Dengan demikian perlu adanya perbaikan
kualitas pada produk gula yang dihasilkan dengan melakukan dua kali proses produksi.
Sehingga dengan pengaplikasian tahap improve pada tahapan metode six sigma dapat
diketahui nilai sigma sebesar 4,94 dan nilai DPMO sebesar 300. Dengan demikian maka
peningkatan kualitas gula sangat signifikan karena mendekati nilai 6 sigma.
Tidak tersedia versi lain