CD-ROM
Kajian pengaruh ruang terbuka hijau (RTH) eksisting terhadap penurunan debit limpasan Kecamatan Lowokwaru Kecamatan Blimbing Kota Malang (CD)
Paradigma baru sistem drainase menempatkan drainase perkotaan sebagai prasarana
kota yang dilandaskan pada konsep drainase yang berwawasan lingkungan atau
berkelanjutan. Untuk itu perlu diupayakan agar air hujan yang jatuh ditahan terlebih
dulu untuk memperbesar jumlah air yang meresap ke dalam tanah melalui daerah
resapan alamiah maupun buatan. Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini
adalah bagaimana pengaruh sistem drainase dan ruang terbuka hijau (RTH) eksisting
terhadap debit limpasan yang terjadi pada daerah studi yang digunakan untuk
pengembangan RTH sebagai bentuk implementasi sistem drainase berkelanjutan.
Rancangan penelitian berupa observasi lapangan dan analitik dengan tahapan kegiatan:
analisis karakteristik hujan dengan berbagai kala ulang menggunakan data historis 10
tahun terakhir; analisis tutupan lahan dan kapasitas ruang terbuka hijau eksisting;
analisis kapasitas sistem drainase eksisting; analisis debit limpasan total dan debit
limpasan yang tidak dikendalikan oleh sistem drainase dan RTH eksisting.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas total sistem drainase dan RTH eksisting
sebesar 15.80425852 m3/detik. Besarnya debit yang tidak terkendalikan pada kala
ulang 5 thn, 10 thn, 25 thn, 50 thn dan 100 thn berturut-turut sebesar 0.562027083
m3/dt; 2.831533 m3/dt ; 5.59465 m3/dt; 7.592057 m3/dt; 9.541065 m3/dt. Debit
limpasan yang tidak terkendali menyebabkan terjadinya genangan di ruas jalan pada
daerah studi .
Kata kunci: sistem drainase berkelanjutan, ruang terbuka hijau, debit limpasan.
Tidak tersedia versi lain