CD-ROM
Studi kinerja armada angkutan kota sebagai angkutan umum di Kota Probolinggo (studi kasus angkutan Kota trayek (A) terminal Kademangan dan trayek (G) terminal Pelabuhan) (CD)
Angkutan kota merupakan bagian dari sistem transportasi perkotaan yang merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat kota yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kota pada umumnya. Tetapi apabila tidak ditangani secara baik, teratur dan benar maka akan menjadikan suatu masalah bagi kota tersebut. Jumlah angkutan kota di Kota Probolinggo berdasarkan data Dinas Perhubungan Kota Probolinggo, khususnya trayek (A) Terminal Bayuangga – Kademangan berjumlah 17 armada dan menempuh jarak 17,25 Km sedangkan untuk angkutan kota trayek (G) berjumlah 24 armada dan menempuh jarak sejauh 8,4 Km. Jenis angkutan umum yang saat ini dipergunakan untuk melayani pergerakan didalam kota adalah jenis mikrolet yang berdaya tampung 12 orang.
Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui apakah jumlah armada angkutan kota trayek A dan trayek G sudah memenuhi atau melebihi kapasitas yang telah ada, serta bagaimana penyelenggaraan pelayanan angkutan kota trayek A dan angkutan kota taryek G terhadap penumpang.
Survei ini diawali dengan survei pendahuluan yaitu mengamati kondisi trayek A dan Trayek G untuk menentukan pembagian zona yang merupakan tempat yang sering digunakan oleh angkutan kota trayek A dan angkutan kota trayek G untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan secara langsung di lapangan, untuk data – data primer seperti jumlah penumpang yang naik atau turun, kedatangan atau keberangkatan kendaraan dan dari data hasil kuesioner terhadap pengemudi dan penumpang angkutan kota trayek A dan angkutan kota trayek G.
Dari hasil analisis dapat disimpulkan untuk angkutan kota trayek A didapat rata – rata 65 penumpang per jam dengan load factor 65 persen dan untuk trayek G didapat rarta – rata 68 penumpang per jam dengan load factor 65 persen, kedua angkutan tersebut sudah mendekati standar load factor yang ditetapkan sebesar 70 persen (Dirjen Perhubungan Darat, 1996). Agar tercapai kinerja yang baik maka hasil dari perhitungan jumlah armada maka dengan cara load factor untuk trayek A perlu pengurangan 1 armada dan untuk trayek G juga perlu pengurangan 1 armada dan dari hasil kuesioner perlu dilakukan perbaikan terhadap penyelenggaraan pelayanan kepada penumpang.
Tidak tersedia versi lain