CD-ROM
Hubungan antara persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga dengan kenakalan remaja di SMAN 4 Pasuruan (CD + Cetak)
Kenakalan remaja adalah tingkah laku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana dan suatu perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan norma yang ada di masyarakat dimana ia hidup dengan kata lain yaitu suatu perbuatan anti sosial dimana di dalamnya terkandung unsur-unsur anti normatif dan merupakan gejala patologi secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Persepsi keharmonisan keluarga adalah persepsi terhadap situasi dan kondisi dalam keluarga dimana di dalamnya tercipta kehidupan beragama yang kuat, suasana yang hangat, saling menghargai, saling pengertian, saling terbuka, saling menjaga dan diwarnai kasih sayang dan rasa saling percaya sehingga memungkinkan anak untuk tumbuh dan berkembang secara seimbang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara Hubungan Antara Persepsi Anak Terhadap Keharmonisan Keluarga dengan Kenakalan Remaja di SMAN 4 Pasuruan khususnya siswa laki-laki. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling dengan populasi berjumlah 250 dan sampel sebanyak 120. Hasil validitas pada skala persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga dengan taraf signifikansi 0,05 bergerak dari 0,560 sampai 0,818 dengan jumlah aitem yang valid 55 aitem, sedangkan pada skala kenakalan remaja dinyatakan 54 aitem yang valid dengan koefisien korelasi 0,310 sampai 0,704. Perhitungan reliabilitas variabel kenakalan remaja diperoleh nilai alpha (α) = 0,981, dan reliabilitas variabel skala persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga diperoleh nilai alpha (α) = 0,978. Dimana kedua angka tersebut menurut kaidah reliabilitas dinyatakan sangat reliabel pada variabel kenakalan remaja dan sangat reliabel pada variabel persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga. Hasil analisis data menunjukkan r hitung lebih besar dari pada r tabel dengan perbandingan r hitung (-0,537) > r tabel (0,195), kenakalan remaja dan persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga ada hubungan linear positif antara dua variabel. Sehingga dapat dikatakan bahwa ada hubungan antara Persepsi Anak Terhadap Keharmonisan Keluarga dengan Kenakalan Remaja di SMAN 4 Pasuruan.
Kata kunci : Persepsi Anak Terhadap Keharmonisan Keluarga, Kenakalan Remaja
Tidak tersedia versi lain