CD-ROM
Hubungan kecerdasan emosi dengan perilaku seks pranikah pada pasangan pelaku seks pranikah (CD + Cetak)
Perkembangan yang terjadi dibidang teknologi saat ini memberikan dampak
yang positif dan negatif bagi para remaja. Dampak positifnya, munculnya imajinasi
dan kreatifitas yang tinggi, sementara dampak negatifnya adalah masuknya pengaruh
budaya asing yang mengakibatkan adanya pergaulan bebas serta seks pranikah
dikalangan remaja. Dampak negatif tersebut semakin hari semakin meningkat dan
menimbulkan banyak kasus pada remaja akibat seks pranikah seperti pembuangan
bayi, tertular penyakit kelamin dan HIV-AIDS, KTD (Kehamilan yang Tidak
Dinginkan), hingga melakukan aborsi. Namun, remaja yang sanggup menyikapi
respon atas segala tindakan yang diambilnya, akan semakin sadar terhadap bahaya
perilaku seks pranikah. Kecerdasan emosi yang dimiliki oleh individu memungkinkan
juga turut berperan pada individu tersebut dalam proses berperilaku seks pranikah.
Perilaku seksual pranikah adalah segala prilaku yang didorong oleh hasrat
seksual seperti bergandengantangan, berciuman, bercumbu dan bersenggama yang
dilakukan oleh pria dan wanita tanpa melalui proses pernikahan yang resmi menurut
hukum dan agama. Sedangkan kecerdasan emosi adalah kemampuan seseorang untuk
dapat mengendalikan emosi yang dimiliki, sehingga dapat merespon suatu kejadian
sesuai kejadian dengan tepat, mampu untuk memotivasi dirinya saat berada dalam
keadaan tekanan, mengatur suasana hatinya, berempati dengan lingkungan dan orang
sekitar, serta mampu untuk menjalin hubungan yang baik dengan orang sekitarnya.
Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan kecerdasan emosi dengan
perilaku seks pranikah pada pasangan pelaku seks pranikah. Variabel bebas dalam
penelitian ini adalah kecerdasan emosi sedangkan perilaku seks pranikah variabel
terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja asal Lembata yang berusia 18
sampai 24 tahun (masa remaja akhir), masih aktif kuliah dan tinggal di Malang
dengan jumlah 408 orang. Sampel penelitian adalah 60 orang (30 pasang berdasarkan
ciri-ciri yang dimaksud), menggunakan metode purposive sampling.
Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis data, diperoleh indeks korelasi (rxy)
= -0,516. Untuk mengetahui signifikansinya peneliti membandingkan dengan nilai
rtabel. Dari tabel r, untuk N = 59 pada taraf signifikansi 5% diperoleh nilai rtabel sebesar
-0,254, maka diperoleh perbandingan rhitung (-0,516) > rtabel (-0,254) berarti rhitung lebih
besar dari rtabel. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kecerdasan emosi
dengan perilaku seks pranikah.
Kata kunci : kecerdasan emosi, perilaku seks pranikah
Tidak tersedia versi lain