CD-ROM
Akibat hukum dari klausula baku dalam pesanan kavling rumah perjanjian KPR BTN (Studi di PT.Bunga Property) (CD + Cetak)
Beberapa kasus perumahan yang terjadi pada umumnya memposisikan konsumen
sebagai kelompok yang lemah dibandingkan dengan pengembang (Developer) dan
terkadangpun konsumen sebagai pelaku wanprestasi baik terhadap developer maupun
terhadap Bank BTN. Banyak faktor yang menyebabkan konsumen melakukan wanprestasi
dikarenakan adanya ketidakseimbangan hak dan kewajiban antara konsumen dengan
developer dalam klausula baku yang dibuat oleh PT.Bunga Property.
Fakta-fakta yang ada semakin membuka mata bahwa posisi konsumen berada pada
bagian yang lemah serta perlindungan hukum terhadapnya belum terjamin sebagaimana
yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari isi perjanjian yang dibuat oleh PT.Bunga Property
bagaimana perbandingan hak dan kewajiban yang tidak seimbang antara konsumen dengan
developer.
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa adanya kelemahankelemahan
dalam perjanjian pesanan kavling rumah dan akad kredit yang tidak memiliki
kekuatan hukum yang kuat terutama kedudukan hukum yang dimiliki oleh konsumen. Hal ini
bisa dilihat dari hak dan kewajiban yang tertuang dalam perjanjian pesanan kavling rumah
PT.Bunga Property, serta bagaimana penyelesaian jika dikemudian hari terjadi suatu
perselisihan Sehingga jika konsumen wanprestasi dari pihak bank BTN ataupun pihak
Developer dalam hal ini PT.Bunga Property, konsumen tidak dapat dituntut secara hukum
melainkan hanya dapat dilakukanya penagihan terhadap konsumen ataupun menjual
kembali jaminan rumah yang di jaminkan bank BTN oleh pihak developer sebagai pengganti
konsumen yang wanprestasi.
Kata Kunci : Klausula Baku, Perjanjian Pesanan Kavling Rumah, Wanprestasi
Tidak tersedia versi lain