CD-ROM
Persepsi nilai-nilai adat Belis di kalangan mahasiswa asal Sumba Timur di Kota Malang (CD)
Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki berbagai macam budaya yang tersebar dari sabang sampai merauke dengan ciri khasnya masing-masing, sehingga menjadikannya sebagai idenditas dari sebuah daerah. Keunikan dan ciri khas sebuah budaya akan menjadikan daerah tersebut memiliki daya tariknya tersendiri.
Salah satu budaya adat pernikahan yang sedikitnya mulai mengalami perubahan tentang pola pikir adat tersebut, yaitu adat Belis dari Kabupaten Sumba Timur. Belis menceritakan tentang adat istiadat dalam pernikahannya.
Adapun tahapan dalam pelaksanaan adat belis yaitu yang pertama pihak laki – laki ke rumah pihak perempuan dengan tujuan untuk memperkenalkan diri. Kedua pihak perempuan ke rumah pihak laki – laki dengan tujuan untuk melihat persiapan dan tingkat kemampuan dari pihak laki – laki. Ketiga pihak laki – laki ke rumah pihak perempuan guna membayar belisyang telah disepakati dalam pembicaraan adat sebelumnya. Keempat pelaksanaan pemberian belis. Kelima membawa pulang perempuan yang telah di belisdan yang terakhir hari pernikahan.
Sistim kasta di Sumba masih dipegang kuat. Ada tiga tingkatan kasta di Sumba yaitu “maramba” (bangsawan), “kabihu” (tokoh adat) dan “ata” (hamba). Jadi semakin tinggi kasta perempuan Sumba yang akan dinikahi, maka semakin besar pula mahar yang harus disiapkan.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pendapat atau pesepsi adat belis di kalangan mahasiswa asal Sumba Timur dan pemahaman mengenai lambang – lambang atau simbol budaya dalam adat belis. Lambang atau simbol yang digunakan yaitu hewan seperti kuda, sapi, kerbau, luluamah, anahida dan muti yang masing-masing mempunyai arti dan makna tersendiri.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif , sehingga deskripsi yang dihasilkan lebih spesifik, sistematis, faktual, dan akurat tentang objek yang diamati dalam penelitian. Penelitian ini menggambarkan mengenai realitas yang terjadi mengenai adat belis. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara (depth interview), dan dokumentasi.
Berdasarkan penelitian hasil observasi, pengumpulan data, wawancara, dan analisis yang telah dilakukan, dan seiring dengan perkembangan jaman, masyarakat mulai berpikir lebih rasional bahwa belis memberatan salah satu pihak, yaitu pihak laki – laki, sehingga masyarakt mengingini adanya penyederhanaan atau pembaharuan dari belis bukan di hapusnya adat belis ini. Karena adat belis merupakan daya tarik tersendiri bagi Pulau Sumba.
Kata Kunci : Persepsi Belis Dan Pemahaman Mahar Dari Belis (Hewan, Luluamah dan Mamuli).
Tidak tersedia versi lain