CD-ROM
Kontruksi persahabatan dalam film 5 CM (CD)
Perubahan dalam industri perfilman, jelas nampak pada teknologi yang digunakan. Jika pada awalnya, film berupa gambar hitam putih, bisu dan sangat cepat, kemudian berkembang hingga sesuai dengan sistem pengelihatan mata kita, berwarna dan dengan segala macam efek-efek yang membuat film lebih dramatis dan terlihat lebih nyata. Film tidak hanya dapat dinikmati di televisi, bioskop, namun juga dengan kehadiran VCD dan DVD, film dapat dinikmati pula di rumah dengan kualitas gambar yang baik, tata suara yang ditata rapi, yang diistilahkan dengan home theater. Film ini secara garis besar menceritakan kisah persahabatan 5 insan manusia dan segala dinamikanya. Persahabatan para tokoh di film 5cm selama bertahun-tahun kemudian diakhiri sejenak dengan komitmen untuk jeda, saling tidak bertemu selama beberapa bulan, kemudian di tanggal yang sudah ditentukan, berkumpul kembali dan bertualang bersama ke Mahameru.
Metode pengkajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik untuk interpretasi data. Proses konstrukasi adalah upaya menceritakan (konseptualisasi) sebuah peristiwa, keadaan, orang atau benda. Bahkan karena sifat dan faktanya bahwa pekerjaan media massa adalah menceritakan peristiwa-peristiwa, maka seluruh isi media tiada lain adalah realitas yang telah dikonstruksikan (constructed reality) sedemikian rupa susunannya hingga membentuk sebuah cerita atau wacana yang bermakna. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan dan menggali data penelitian adalah melalui dokumentasi Konstruksi Film 5 Cm, sehingga dapat diketahui konsep iklan tersebut melalui kata-kata dan juga gambar.
Film sebagai salah satu produk kebudayaan tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, namun penting untuk dipahami bahwa terdapat tanda-tanda tersembunyi yang mencoba merepresentasikan nilai-nilai budaya yang ada di masyarakat. Bagaimana nilai-nilai tadi diproduksi oleh para pembuat film, sedikit banyak akan memberikan pengaruh kepada masyarakat yang menonton. Pada akhirnya, persahabatan digambarkan sebagai hubungan yang didasari dengan ikatan emosional. Hal ini digambarkan melalui adegan ketika lima tokoh dalam 5 cm berada dalam masa penghentian komunikasi, mereka merasakan kerinduan ingin bertemu. Kerinduan ini merupakan bentuk ikatan emosional. Walau pun mereka berpisah namun persahabatan mereka akan tetap terjaga.Interaksi dan komunikasi yang dimiliki oleh setiap individu dalam sebuah persahabatan adalah proses yang terjadi karena adanya faktor seperti
kepercayaan, keterbukaan, dan penerimaan oleh lingkungan sekitar. Sehingga
seseorang akan menjadi dirinya sendiri ketika sedang bersama sahabatnya
seperti berpenampilan, bersikap, dan berperilaku apa adanya. Selain itu,
komunikasi dalam persahabatan dilakukan secara verbal dan nonverbal. Verbal adalah pesan yang disampaikan melalui kata-kata, dan komunikasi nonverbal adalah pesan yang tersirat melalui ekspresi dan gesture.
Tidak tersedia versi lain