CD-ROM
Konstruksi politik figur pasangan WIN-HT Pada acara mewujudkan mimpi Indonesia di RCTI (CD + Cetak)
Penelitian ini didasarkan pada semarak munculnya fenomena pesan-pesan
politik yang dikonstruksikan kedalam teks media pada masa-masa menjelang
pemilihan legislatif dan presiden di Indonesia. Salah satunya adalahmunculnya
program Mewujudkan mimpi Indonesia di RCTI yang berisikan konstruksi politik
figur pasangan capres Wiranto dan Hary Tanoesoedibyo (Win-HT). Peneliti
melihat program ini sebagai subyek penelitian yang tepat untuk menjelaskan
masalah konstruksi informasi yang berkaitan dengan berbagai faktor-faktor media
seperti visi dan misi serta kepemilikan media. Masalah-masalah yang muncul
kemudian dirumuskan dalam sebuah rumusan masalahyaitu; “Bagaimana
konstruksi politik figur pasangan Win-HT pada acara Mewujudkan Mimpi
Indonesia di RCTI?”
Berangkat dari paradigma konstruksionis, penelitian ini ditujukan untuk
mengamati gagasan utama yang mendasari proses konstruksi media dan
menjelaskan proses kontruksi. Metode analisis framing digunakan dalam
penelitian ini karena metode analisis framing merupakan metode yang paling
sesuai untuk mengamati perspektif media dan prilaku media dalam proses
konstruksi realitas. Kemudian gagasan utama yang didapatkan dari analisis data
teks media dikaji dengan menggunakan perspektif TeoriDramaturgis.
Pada akhinya hasil penelitian menunjukan adanya proses konstruksi yang
berdasar pada gagasan utama bahwaPasangan Win-HT merupakan pemimpin
yang tepat untuk memimpin Indonesia. Proses konstruksi dilakukan dengan
menyematkan dan menonjolkan simbol-simbol yang merepresentasikan ide
tentang sosok pemimpin yang ideal kepadafigur Win-HT melalui fitur-fitur teks
audiovisual program yang kemudian disiarkan kepada audiens untuk
menyampaikan gagasan utama konstruksi bahwa pasangan Win-HT merupakan
figur yang tepat untuk memimpin Indonesia dan menimbulkan kesan positif
terhadap citra Win-HT.
Berdasarkan kesimpulan yang didapatkan dari proses penelitian tersebut,
peneliti ingin menyarakan kepada pemerintah sebagai pemegang kebijakan untuk
melakukan control dan mengeluarkan regulasi yang jelas tentang konten
penyiaran, kepada pelaku media untuk memegang prinsip-prinsip profesi
jurnalistik dan kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan haknya
untuk memilih informasi.
Tidak tersedia versi lain