CD-ROM
Promosi Warisan Budaya Tradisional Tas Noken Papua Sebagai Warisan Budaya Dunia (CD)
Demiut Bahabol,Npk.09330075. Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Merdeka Malang, Promosi Warisan Budaya Tradisional Tas Noken Papua Sebagai Warisan Budaya Dunia. Pembimbing I : Dodot Sapto Adi. Pembimbing II : Ana Mariana.
Noken bukanlah tas. Nama noken tetap noken dan tas/ kantong tetap tas/ kantong, karena keduanya sangat berbeda. Akan tetapi oleh perkembangan zaman manusia Papua dan masyarakat umumnya kadang memaksakan diri untuk menyamakan antara noken dan tas. Kecenderungan ini lantaran sebuah tindakan praktis yang hanya menghubungkan noken sebatas fungsi menyimpan dan membawa barang. Pengembangan tas noken berkaitan dengan upaya untuk mengangkat hasil-hasil kerajinan daerah Papua, sebagai daya tarik bagi wisatawan agar berkunjung di daerahnya. Pengembangan tas noken harus melihat komoditas unggulan di daerah Papua. Tujuan penelitian : . Untuk mengetahui promosi budaya tradisional tas noken Papua sebagai warisan budaya dunia.
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan secara menyeluruh tentang masyarakat pengrajin / pengguna noken dalam mengoptimalkan dan mempopulerkan Tas noken Papua diakui Dunia dan Resmi jadi warisan Budaya Dunia. Metode kualitatif digunakan karena beberapa pertimbangan : Menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan jamak. Metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden.Metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan langkah-langkah berikut yang saling berhubungan dan berlangsung terus selama penelitian dilakukan, serta masih sangat bersifat umum.
Keberhasilan atau meningkatnya pembangunan budaya daerah, bergantung pada program – program yang dijalankan pemerintah daerah dalam proses pembinaan budaya di Papua, dimana mempunyai program – program pelaksanaan pembangunan dan pengembangan warisana budaya di daerahnya, yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Propinsi Papua. Program – program pelaksanaan pembangunan dan pengembangan budaya daerah tersebut, dilaksanakan dalam rangka memberikan pelayanan terhadap wisatawan yang berkunjung dan mempertahankan niat mereka untuk berkunjung ke Papua. Menumbuhkan sikap tanggung jawab sosial bahwa tujuan dan sasaran yang hendak dicapai tersebut bukan ditujukan untuk mengambil keuntungan sepihak dari masyarakat, namun untuk memperoleh keuntungan bersama. Berupaya membina hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dengan berbagai kalangan, baik hubungan kedalam (internal relations) maupun hubungan keluar (eksternal relations) untuk meningkatkan kerja sama.
Tidak tersedia versi lain