CD-ROM
Komunikasi Dalam Hubungan Internasional Pada Kaum Waria (CD)
Penelitian Marijsar Theedens dengan NPK: 07330021 dalam tugas akhir perkuliahan ini mendapatkan kesempatan untuk dibimbing oleh bapak Drs. Dodot Sapto Adi, M.Sisebagai dosen pembimbing pertama dalam skripsi ini, dan ibu Saudah, S.Sos.M.Si sebagai dosen pembimbing kedua skripsi ini. Dalam hal ini penulis mengangkat judul tentang “ Kouminkasi Dalam Hubungan Interpersonal Pada Kaum Waria “.
Yang menjadi latar belakang dari penelitian ini adalah Kehadiran seorang waria seharusnya dapat diterima secara utuh, sebagai media sosialisasi, tempat membangun solidaritas sosial antar waria dan untuk membangun konsep diri. para waria juga mempunyai bahasa verbal dan nonverbal yang dapat digunakan sebagai ciri khas dalam komunitas.
Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pola komunikasi seksual kaum waria dalam berinteraksi. Manfaat dari penelitian ini adalah Memberikan pengetahuan tentang etnografi komunikasi yang dilakukan dikalangan kaum waria dan memberikan informasi ilmiah terutama bagi ilmu komunikasi yang menyangkut pola interaksi dan komunikasi seksual di kalangan kaum waria.
Jenis penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi komunikasi, yang membahasa mengenai situasi komunikasi, peristiwa komunikasi, dan tindak komunikasi pada kaum waria dalam berinteraksi dalam komunitas dan juga dengan masyarakat. Lokasi penelitian berada di Kota Kupang NTT. sasaran yang dipilih ialah komunitas FKW ( forum komunikasi waria ).
Hasil penelitiannya adalah bahwa komunitas waria di kota Kupang NTT memiliki bahasa tersendiri dalam berkomunikasi. Bahasa yang digunakan disebut bahasa bess atau bahasa gaul. Bahasa bess digunkan oleh kaum waria dimana saja dan kapan saja. Waria juga mengekspresikan diri dengan berdandan dan berpakaian layaknya seorang perempuan.
Organisasi FKW menjadi sarana atau tempat berlindung bagi waria yang terdaftar sebagai anggota. Adapun perilaku spesifik dari waria yang di tunjukan melalui bahasa nonverbal atau isyarat demi menari perhatian orang lain, karena para waria merasa senang dan memiliki kepuasan tersendiri jika mendapat perhatian lebih dari orang lain terutama kaum lelaki.
Tidak tersedia versi lain