CD-ROM
Persepsi Masyarakat Antagonistic Tentang Keberadaan Anak Jalanan di Kota Malang (CD)
Budhi Prakoso NPK 11339007 Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Merdeka Malang.PERSEPSI MASYARAKAT ANTAGONISTIC TENTANG KEBERADAAN ANAK JALANAN. Dosen pembimbing (I) Bapak Dodot Sapto Adi dan Dosen pembimbing (II) Ibu Saudah.
Berhubungan dengan permasalahan anak jalanan yang belum bisa dituntaskan, peneliti mengangkat komunikasi sebagai wadah dalam membantu permasalahan yang terjadi kepada anak jalanan. peran komunikasi diharapkan mampu untuk membuka diri dalam pembentukan konsep diri anak jalanan yang positif.
Tujuan penelitian ini adalah sebagai landasan konsep untuk pengembangan ilmu komunikasi dengan cara menemukan konsep-konsep atau teori yang relevan dengan teori yang ada dan mengetahui sejauh mana persepsi masyarakat antagonistic tentang keberadaan anak jalanan di Jawa Timur. Komunikasi yang efektif bermanfaat untuk menyatakan dan mendukung identitas diri, untuk membangun kontak sosial dengan orang disekitar kita dan sebagai komunikasi sosial mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri dan aktualisasi diri.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, metode deskriptif kualitatif menggambarkan uraian ketika berkomunikasi yang melibatkan orang lain. Peneliti melihat semua masyarakat antargonistic dengan adanya keberadaan anak jalanan di sekitar jawa timur ini, kesetaraan yang timbul sesama anak jalan yang menjadikan komunikasi berjalan efektif. komunikasi yang digunakan cenderung lebih pada keterbukaan, rasa positif, kesamaan, serta dukungan sesama masyarakat antagonistic tentang keberadaan anak jalanan. Dan untuk rasa empati antara masyarakat para informan belum seluruhnya mampu untuk mengetahui apa yang sedang dialami dari anak jalanan tersebut.
Peneliti melihat, faktor utama yang menjadikan kurangnya rasa empati yaitu para informan sudah merasakan adanya keberadaan anak jalanan, mereka beranggapan permasalahan dalam bentuk apapun sudah dianggap biasa. Dan itu merupakan hal umum yang terjadi pada masyarakat antagonistic tentang keberadaan anak jalanan di Jawa Timur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara tidak langsung komunikasi antar pribadi sesama anak jalanan akan membentuk konsep diri yang positif dan akan berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya dan mempunyai ilmu yang di dapat di tempat pembinaan jadi anak jalanan teresebut akan mempunyai skill atau kemampuan yang lebih baik.
Tidak tersedia versi lain