CD-ROM
Multiculture Internal Communications Melalui Event Pelangi Bangsaku di SMAK Kolese Santo Yusup Malang
Penelitian ini dilakukan oleh Rambu Naha, NPK 10330035 pembimbing I Bapak Priyo Dari Molyo dan pembimbing II Ibu Christiana Sahertian, judul penelitian “ Multiculture Internal Communications melalui Event Pelangi Bangsaku di SMAK Kolese St. Yusup Malang.
Kata Kunci : Peran PR, Multiculture Internal Communications, Special Event
Sebuah institusi tentu terdiri dari publik internal yang sangat beragam, termasuk juga beragam secara budaya. Keberagaman ini jika tidak dikelolah dengan baik, tentu akan menjadi sumber konflik yang menghambat organisasi/institusi untuk dapat mencapai tujuannya. Dalam kondisi ini diperlukan peran public relations untuk dapat menemukan solusi agar kondisi ini dapat semakin memperkuat relasi dari public internal yang ada. Penyelenggaraan special event melalui kegiatan Pelangi Bangsaku di SMAK Kolese St Yusup Malang, dapat dilihat sebagai cara yang digunakan untuk menumbukan pemahaman akan multikultur kepada setiap publik internal.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mngetahui bagaimana perna PR dalam membentuk pemahaman multiculture internal communications melalui kegiatan Pelangi Bangsaku di SMAK Kolese St Yusup Malang. Berdasarkan penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat bagi humas yang ada di SMAK Kolese St Yusup Malang utnuk dapat terus mengembangkan program-program yang berkaitan dengan multiculture internal communications.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif , sehingga deskripsi yang dihasilkan lebih spesifik, sistematis, faktual, dan akurat tentang objek yang diamati dalam penelitian. Penelitian ini menggambarkan mengenai realitas yang terjadi tanpa menjelaskan hubungan antar variabel. Lokasi penelitan dalam penelitian ini yakni humas SMAK Kolese St. Yusup Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara (depth interview), dan dokumentasi.
Berdasarkan penelitian hasil observasi, pengumpulan data, wawancara, dan analisis yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa humas yang ada di SMAK Kolese St. Yusup Malang, telah menerapkan dengan baik peran PR sebagai teknisi komunikasi maupun sebagai manajer PR. Garis kerja antara humas (wakahumas) dengan Kepala sekolah sebagai top manajemen juga telah terlaksana dengan baik, dimana selalu ada pengawasan lansung dari Kepala Sekolah serta setiap bentuk pengambilan keputusan terkait dengan public relations selalu melibatkan humas.
Berdasarkan hasil penelitian ini juga terdapat catatan tambahan juga yang perlu menjadi perhatian dari humas yang ada di SMAK Kolese St Yusup Malang, yaitu perlu untuk lebih meningkatkan kemampuan untuk dapat mengelolah media publikasi sehingga dalam setiap media komunikasi yang diperlukan humas juga dapat memberikan saran-saran mengenai komposisi setiap bentuk pesan yang akan disampaikan kepada publik sasarannya.
Dan hal yang perlu untuk selalu ditingkatkan dan dikembangkan oleh humas SMAK Kolese St Yusup Malang adalah terus mempertahankan penyelenggraan setiap kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk membentuk pemahaman multikultur bagi publik internal, karena melihat kondisi sekolah ini yang selalu memiliki persebaran budaya yang selalu merata dari berbagai daerah yang ada di Indonesia sehingga dapat terus menjaga interaksi yang harmonis diantara setiap publik yang ada di SMAK Kolese St Yusup Malang.
Tidak tersedia versi lain