CD-ROM
Simbolisasi Humanisme Pada Teks Pidato Soekarno Berjudul "Indonesia Menggugat" (CD)
Peneliti bernama Yohanes A. Gorman (09330028) yang melakukan penelitian tentang “Simbolisasi humanisme pada teks pidato Soekarno berjudul Indonesia Menggugat. Adapun dalam menyusun dan menyelesaikan proses penelitian ini, peneliti mendapat arahan serta bimbingan dari Bapak Dodot Sapto Adi selaku dosen pembimbing I dan Bapak Imam Patkuroji selaku dosen pembimbing II.
Pada dasarnya hubungan antara pihak-pihak yang ikut serta dalam proses komunikasi banyak ditentukan oleh simbol atau lambang yang digunakan. Simbol dapat dinyatakan dalam bentuk bahasa lisan atau tertulis (verbal) maupun melalui isyarat-isyarat tertentu (non verbal). Proses pemberian makna terhadap simbol-simbol yang digunakan dalam berkomunikasi, selain dipengaruhi faktor budaya, juga faktor psikologis terutama pada saat pesan di-decode oleh penerima. Maka dari fenomena ini, peneliti merasa tertarik untuk mengkaji simbol yang terkandung dalam suatu jenis komunikasi khususnya komunikasi publik yakni teks pidato. Secara spesifik lagi, peneliti lebih fokus untuk meneliti masalah “Simbol humanisme pada teks pidato Soekarno berjudul Indonesia Menggugat”.
Adapun tujuan penelitian ini yaitu agar mampu mengetahui dan menjelaskan kata-kata yang memberi simbol humanisme pada teks pidato Soekarno dan dapat mengetahui serta menjelaskan makna dari simbol-simbol humanisme tersebut.
Metode penelitian yang peneliti gunakan dalam melakukan penelitian ini yakni menggunakan jenis kualitatif dengan kajian analisis wacana model van Dijk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis teks dengan pendekatan kajian analisis wacana yakni suatu kajian analisis teks yang mampu membantu membedah struktur pesan dalam komunikasi. Jadi dalam perspektif ini, bukan saja mampu memberi jawaban terhadap rumusan masalah penelitian, analisis wacana membantu menganalisis teks pidato dari berbagai aspek.
Pidato Soekarno berjudul “Indonesia menggugat” sangat kental dengan simbol-simbol nasionalisme, humanisme, serta spirit perlawanan yang diarahkan pada pihak Belanda. Bagi Bung Karno, nasionalisme adalah prinsip yang harus diperjuangkan. Keadilan, kemerdekaan, serta kebebasan merupakan prinsip kehidupan yang paling hakiki karena menyangkut hak-hak manusiawi, maka melalui pidatonya itu, Bung Karno tak henti-hentinya menyerukan pentingnya penghormatan terhadap martabat kemanusiaan dengan menghapus penindasan dan penjajahan imperialis.
Secara umum dalam teks pidato Soekarno berjudul “Indonesia menggugat”, terdapat kata-kata yang memberi simbol humanisme dan makna simbol-simbol tersebut adalah ingin menekankan adanya sikap penghormatan dan penghargaan terhadap martabat manusia serta menolak secara tegas segala bentuk tindakan yang mengancam kebebasan dan kemerdekaan setiap orang atau setiap bangsa.
Tidak tersedia versi lain