CD-ROM
Implementasi Program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat Miskin (CD)
Judul Skripsi “Implementasi Program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat Miskin (Suatu Studi Implementasi Kebijakan di Desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur). Nama Penulis adalah Hilarius Pape Antur, kelahiran Carep Ruteng, 19 Juli 1992. Dosen pembimbing I adalah Budi Siswanto, dan dosen pembimbing II, Catur Wahyudi.
Dikeluarkannya program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat Miskin (BLSM), yang merupakan program Nasional, dikarenakan untuk menyikapi menurunnya daya beli masyarakat miskin dihadapkan dengan kenaikan harga kebutuhan pokok akibat naiknya harga BBM. Permasalahan yang diteliti penulis adalah proses implementasi kebijakan dan pemanfaatan dana BLSM oleh para penerima BLSM.
Penelitian yang dilakukan penulis bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program BLSM di Desa Compang Ndejing dan bagaimana pemanfaatan dana BLSM tersebut oleh para penerima BLSM di Desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan proses wawancara observatif dalam proses penggalian data. Lokasi penelitian adalah Desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, dengan populasi 193 penerima BLSM, dan sampel yang diambil 20 orang penerima BLSM.
Dari hasil penelitian ditemukan beberapa hal, yakni dalam proses implementasi terjadi kesalahan dalam pendataan yaitu ketidaksesuaian antara data penerima BLSM dari POSGIRO sebagai pelaksana oprasional dan teknis program BLSM dengan realitas penerima BLSM di Desa Compang Ndejing, hal ini karena data yang digunakan masih merupakan data lama (data tahun 2012). Bentuk kesalahan pendataan tersebut adalah pendobelan nama penerima, nama penerima yang sudah meninggal dunia, ataupun penerima yang sudah mengalami perbaikan ekonomi sehingga tidak tergolong miskin lagi secara ekonomi, nama penerima yang sudah pindah tempat tinggal, dan juga penerima yang data alamat tempat tinggalnya tidak sesuai dengan realitas. Selain itu minimnya sosialisasi terkait Program BLSM berdampak pada penyalahgunaan dana BLSM oleh penerima BLSM. Sebagian besar penggunaan BLSM oleh penerima tidak terkonsentrasi kepada pemenuhan kebutuhan akan barang-barang kebutuhan pokok. Dari segi pandangan masyarakat, Program BLSM dinilai positif untuk membantu mempertahankan daya beli masyarakat. Sementara itu juga pandangan masyarakat tentang beragam tindakan pemberdayaan masyarakat miskin masih keliru. Keterlibatan masyarakat miskin di Desa Compang Ndejing dalam beragam program pemberdayaan masyarakat oleh Pemerintah masih pada prinsip ingin terlibat jika diberi uang. Hal ini menghambat kelancaran pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat miskin, dan lebih lanjut membawa dampak semakin besarnya mental konsumeristis masyarakat miskin di Desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur.
Tidak tersedia versi lain