CD-ROM
Beton Ramah Lingkungan (Green Concrete) Dengan Substitusi Parsial Kaca Sebagai Pengganti Semen dan Substitusi Parsial Batu Apung Sebagai Pengganti Pasir (+ Cetak)
Beton merupakan salah satu bahan bangunan yang terbuat dari agregat halus, agregat kasar, semen dan air. Material beton telah banyak digunakan secara luas pada struktur - struktur bangunan, baik pada bangunan yang bersifat structural maupun pada bangunan yang non structural. Seiring dengan perkembangan dunia konstruksi, beton yang sangat populer dan digunakan secara luas, di antaranya karena bahan pembuatnya mudah didapati secara lokal, harganya relatif murah, dan teknologi pembuatannya relatif sederhana. Namun disi lain beton juga mendapatkan perhatian dan kritikan dari kalangan yang peduli dengan kelestarian lingkungan hidup. Karena dari salah satu bahan pembuat beton yang mengandung emisi gas rumah kaca (karbon dioksida) yang dihasilkan pada proses produksi semen, menjadikan hal pertama yang paling sering dijadikan sasaran perhatian dan kegiatan penambangan pasir yang berijin atau tidak berijin sering dilakukan, dipicu oleh jumlah penduduk yang terus meningkat dalam kondisi ekonomi yang lemah demi memenuhi kebutuhan terhadap sandang, pangan, papan, air bersih dan energi. Hal tersebut mengakibatkan eksploitasi terhadap sumber daya alam semakin tinggi serta cenderung mengabaikan aspek lingkungan hidup sehingga berpotensi merusak ekosistem sungai dan menimbulkan bencana bagi lingkungan sekitar.
Tujuan penelitian ini diarahkan untuk menentukan kadar optimum subtitusi parsial semen kaca dan pasir batu apung yang dipakai pada beton normal. Kegiatan diawali dengan melakukan pengujian sifat-sifat agregat kasar, agregat halus pasir dan agregat halus batu apung. Selanjutnya membuat campuran beton dengan menggunakan variabel kadar subtitusi parsial semen dan pasir batu apung. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah prosentase bubuk kaca dan pasir batu apung yang digunakan pada beton. Sedangkan variabel terikatnya adalah kuat tekan, kuat tarik belah dan kuat lentur balok beton. Dalam penelitian ini menggunakan variasi campuran bubuk batu apung dan agregat halus pasir batu apung dengan komposisi BN (semen kaca 0% dan agregat pasir batu apung 0%, semen 100% dan agregat pasir 100%), BSKPBA 10 (semen kaca 10% dan agregat pasir batu apung 10%, dan semen PPC 90%, agregat pasir 90%), BSKPBA 20 (semen kaca 20% dan agregat pasir batu apung 20%, dan semen PPC 80%, agregat pasir 80%), BSKPBA 40 (semen kaca 40% dan agregat pasir batu apung 40%, dan semen PPC 60%, agregat pasir 60%), sampel yang diuji kuat tekan, kuat tarik adalah sampel yang berbentuk silinder berukuran (150 mm x 300 mm) dan kuat lentur berbentuk balok berukuran (100 mm x 150 mm x 1000).
Berdasarkan hasil penelitian dengan subtitusi parsial semen kaca dan pasir batu apung dengan prosentase tertentu dari berat semen dan pasir didapatkan kuat tekan beton berumur 28 hari mengalami penurunan seiring semakin besarnya prosentase bila di bandingkan dengan beton normal (BN).
Hasil pengujian kuat tarik menunjukkan bahwa beton subtitusi parsial kaca sebagai semen dan batu apung sebagai pasir terhadap kuat tarik beton dapat dilihat bahwa kuat tarik beton berumur 28 hari dengan menggunakan material kaca dan batu apung sebagai subtitusi parsial semen dan pasir memiliki kuat tarik yang lebih tinggi pada prosentase 10% dibandingkan beton normal. Tapi pada prosentase diatas 10 % mempunyai kuat tarik yang lebih rendah dibandingkan dengan beton normal dan terlihat cenderung menurun seiring dengan meningkatnya prosentase subtitusi parsial kaca dan batu apung sebagai pengganti semen dan pasir.
Hasil pengujian kuat lentur balok beton dengan subtitusi parsial semen kaca dan pasir batu apung dengan prosentase tertentu dari berat semen dan pasir didapatkan kuat lentur balok beton berumur 28 hari mengalami penurunan seiring semakin besarnya prosentase bila di bandingkan dengan beton normal (BN).
Kata Kunci: Beton, Semen kaca dan Pasir Batu Apung, Kuat Tekan, Kuat Tarik dan Kuat Lentur
Tidak tersedia versi lain