CD-ROM
Representasi Gaya Hidup Hedonis Pada Film "Cewe Matrepolis" (+ Cetak)
Fakta / peristiwa adalah Gaya hidup sebagian anak muda cenderung berorientasi pada nilai kebendaan dan prestise. Segala sesuatu yang menimbulkan kesan modern dan membawa prestise cenderung diminati oleh remaja. Gaya hidup yang berorientasi pada kesenangan dan hura-hura tanpa memikirkan dampaknya lebih jauh itu disebut dengan gaya hidup hedonis.
Gaya hidup ini berpandangan bahwa kita harus menikmati apa yang ada di dunia ini dengan sepuas-puasnya. Pertanyaan kajian ini adalah: Bagaimana gejala-gejala umum fenomena diskotik, karaoke, café, restaurant, fastfood, dan shopping mall sebagai representasi gaya hidup hedonis remaja??. karakteristik remaja yang cenderung berlaku impulsif, senang menjadi pusat perhatian, cenderung ikut-ikutan, dan peka terhadap inovasi-inovasi baru menjadi pendukung kecenderungan gaya hidup hedonis. Gaya hidup seperti ini merupakan wujud ekspresi dari perilaku eksperimental yang dimiliki remaja untuk mencoba sesuatu yang baru. Perilaku eksperimental tersebut masih dipandang wajar apabila tidak memunculkan pola perilaku yang lebih dominan pada kesenangan hidup.
Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi representasi gaya hidup hedonis pada film “Cewe Matrepolis” menggunakan analisis semiotika Roland Barthes disamping bagaimana memahami ilmu komunikasi jika diterapkan dalam kehidupan nyata dan juga berguna sebagai masukan kepada para pekerja seni media dan juga semua pihak sebagai wawasan dalam penerapan teori pengetahuan pada Studi Ilmu Komunikasi.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan paradigma kritis dengan berupaya menganalisa bahan penelitian yang selanjutnya mengkritisi makna yang terkandung dalam tanda-tanda visual seperti simbol / gambar, illustrasi musik, suara, gerak / adegan-adegan, setting, dan warna yang terdapat dalam film “Cewe Matrepolis”. Instrumen penelitian ini yaitu peneliti sendiri dengan menggunakan analisa semiotika Roland Barthes dan bahasa audio visual.
Hasil penelitian menunjukkan pada film “Cewe Matrepolis” banyak fenomena-fenomena sosial yang mendukung lahirnya budaya hedonisme diklangan remaja. Film yang mengangkat tema Love, Sex, money, dan party ini, seolah ingin memvisualisasikan gaya hidup hedonisme sebagai identitas masyarakat modern. Masyarakat diharapkan dapat lebih cerdas dalam melakukan seleksi terhadap media yang dikonsumsinya. Karena pada dasarnya film bukan hanya sebagai media hiburan bagi masyarakat, tetapi dibalik semua itu film juga merupakan media persuasi yang sangat kuat dan cenderung mampu mendominasi.
Tidak tersedia versi lain