CD-ROM
Representasi Kedigdayaan Budaya dan Teknologi Bangsa Amerika (Studi Kajian Semiotika Roland Barthes dalam Film The Fast and The Furious : The Fast and The Furious : Tokyo Drift) (+ Cetak)
Film adalah serangkaian gambar-gambar yang diproyeksikan pada sebuah layar agar tercipta ilusi (tipuan) gerak yang hidup. Gambar bergerak, movie, film atau sinema adalah salah satu bentuk hiburan yang populer, yang menjadikan manusia melarutkan diri mereka dalam dunia imajinasi untuk waktu tertentu.
Teknologi film memiliki karakter yang spesial karena bersifat audio dan visual. Film pun menjadi media yang sangat unik karena dengan karakter yang audio-visual film mampu memberikan pengalaman dan perasaan yang spesial kepada para penonton/khalayak. Para penonton dapat merasakan ilusi yang lebih ketika menyaksikan gambar-gambar bergerak, berwarna, dan bersuara. Dengan karakter audio-visual ini juga film dapat menjadi media yang mampu menembus batas-batas kultural dan sosial.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ” Representasi Kedigdayaan Budaya dan Teknologi Bangsa Amerika dalam Film The Fast and The Furious: Tokyo Drift?””. Mengetahui simbol atau gambar-gambar dalam suatu adegan-adegan yang terdapat dalam film ini.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kritis interpretatif, dengan menggunakan analisis semiotika, yang diharapkan dapat mengetahui atau membahas makna pesan dalam tiap-tiap adegan melalui simbol atau gambar-gambar.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika Roland Barthes, dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat tentang objek yang sedang diamati. Penelitian ini menggambarkan realitas yang sedang terjadi tanpa menjelaskan hubungan antarvariabel.
Dalam tayangan film Tokyo Drift, Seorang pemuda berkebangsaan Amerika, Sean Boswell yang selalu mendapatkan masalah atas aksinya dalam belapan liar, sehingga akhirnya dia pindahkan ke jepang untuk hidup bersama ayahnya. Dengan tujuan agar hidupnya bisa lebih disiplin dibawah pengawasan sang ayah yang berprofesi sebagai angakatan laut Amerika Serikat. Alih-alih untuk menjalani kehidupan yang lebih disiplin bersama ayahnya, Sean justru terpengaruh dan kemudian meyukai kehidupan di Jepang dan kehidupan balapan jalanan ala Jepang yaitu drift..
Terdapat bentuk hegemoni yang ditanamkan secara halus, seperti anggapan bahwa Amerika Serikat adalah satu-satunya bangsa dengan kemampuan di atas bangsa lain, gambaran yang ditanamkan dalam film pun tidak secara langsung ditunjukan bahwa negara Amerika adalah bangsa yang unggul tetapi melalui segala cobaan dan tantangan dan sang tokoh utama terlibat dalam masalah yang pelik kemudian berhasil menyelesaikan dengan baik dan berakhir dengan ‘Happy Ending’.
Tidak tersedia versi lain