CD-ROM
Evaluasi Sistem pengendalian Intern Guna Menunjang Efektivitas Pemberian Pinjaman Pada Koperasi Wanita Serba Usaha "Setia Budi Wanita" Malang
Koperasi sabagai salah satu lembaga ekonomi kerakyatan dalam menjalankan usahanya memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat pada umumnya ikut serta membangun tatanan perekonomian nasional. Koperasi Wanita Serba Usaha Setia Budi Wanita dalam usahanya selalu dituntut untuk berhati-hati dalam memberikan pinjaman, namun di sisi lain Koperasi Wanita Serba Usaha Setia Budi Wanita harus menghadapi persaingan dengan koperasi-koperasi lain dalam memasarkan pemberian pinjaman. Untuk mampu berperan sebagai badan usaha yang tangguh dan mandiri, koperasi melalui usaha pemberian pinjamannya harus mampu meningkatkan efektivitas sistem pemberian pinjaman dan berusaha sebaik mungkin mengurangi risiko kegagalan pinjaman. Jika diteliti lebih dalam, kegagalan dalam pemberian pinjaman terutama disebabkan oleh lemahnya sistem pengendalian intern.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevalu asi sistem pengendalian intern pemberian pinjaman dan menganalisis efektivitas permohonan pinjaman pada Koperasi Wanita Serba Usaha Setia Budi Wanita Malang. Teknik analisis data yang digunakan oleh penulis adalah deskriptif kualitatif. Adapun langkah-langkah yang digunakan untuk mengevaluasi data adalah : evaluasi terhadap struktur organisasi Koperasi Wanita Serba Usaha Setia Budi Wanita Malang, evaluasi sistem dan prosedur pengendalian / penanganan kredit, evaluasi terhadap prosedur permohonan dan persetujuan kredit Koperasi Wanita Serba Usaha Setia Budi Wanita Malang, Evaluasi terhadap kualitas dan kecakapan karyawan Koperasi Wanita Serba Usaha Setia Budi Wanita Malang.
Struktur organisasi merupakan kerangka pembagian tanggung jawab fungsi kepada unit-unit organisasi yang dibentuk untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pokok perusahaan. Sistem dan wewenang dan prosedur pembukuan pemberian kredit masih kurang efektif. Seiap transaksi hanya terjadi atas dasar otorisasi dari yang memiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut, oleh karena itu diperlukan adanya dokumen/ berkas yang memadai. Kecakapan pegawai kurang memadai karena pihak koperasi tidak mengatur tentang kualifikasi atau kriteria khusus yang seharusnya dimiliki oleh seorang pegawai koperasi sehingga kurang selektif dalam melakukan perekrutan pegawai baru.
Tidak tersedia versi lain