CD-ROM
Analisa Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Terhadap Kecacatan Produk Batako Pada UD. Anugerah Malang (Studi Kasus Di UD. Anugerah Malang)
Dalam setiap kegiatan industri, kualitas yang dihasilkan bisa dikatakan baik
apabila memenuhi spesifikasi perusahaan dan sesuai dengan keinginan konsumen. UD.
Anugerah Malang merupakan industri yang memproduksi Batako dengan bahan baku
utama pasir, air dan semen. Dimana dalam output produksinya batako masih ada terjadi
kecacatan atau penyimpangan kualitas, seperti ketebalan kurang, lubang isian terlalu
kecil, kekerasan kurang, dan retak pada saat ditumpuk. Untuk mengidentifikasi atau
mendeteksi penyebab kegagalan dan efek kegagalan produk batako digunakan metode
FMEA. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini dengan
menggunakan alat bantu tabel, grafik, diagram dan wawancara dengan pemilik industri
ditemukan bahwa Prioritas penyebab kecacatan produk di UD. Anugerah Malang
berdasarkan perhitungan Risk Priority Number pada tabel FMEA menunjukkan bahwa
pendeteksian penyebab kecacatan yang potensial yaitu faktor ketebalan kurang yang
disebabkan oleh : pekerja tergesa-gesa sebesar 60, kesalahan pengoperasian sebesar 24,
kuantitas bahan kurang sebesar 24, tidak berkonsentrasi tidak presisi sebesar 9. sebesar
12, Alternatif solusi yang dapat diberikan untuk perusahaan adalah sebagai berikut : (1)
Untuk menghindari pekerja tergesa-gesa perlu dilakukan penjadwalan waktu produksi
yang lebih baik; (2) Perlu dilakukan pemilihan bahan baku utama yang baik sesuai
dengan standart kualitas yang dibutuhkan; (3) Perlu dilakukan pengaturan antara jumlah
banyaknya pesanan dan waktu permintaan produk jadi.
Kata kunci : Pengendalian Kualitas, FMEA, dan RPN
Tidak tersedia versi lain