CD-ROM
Hubungan Antara Intensitas Komunikasi Anak-Orangtua Dengan Self Regulation Pada Remaja Pesantren (CD+Cetak)
Kehidupan remaja pesantren merupakan suatu lingkungan yang banyak
aturan dan kegiatan yang padat, kehidupan yang jauh dari orang tua dan
menghadapi lingkungan yang baru. Banyaknya kegiatan yang harus diikuti, secara
tidak langsung remaja pesantren dituntut harus bisa mengelola diri, agar tidak
terlambat dalam mengikuti kegiatan dan tidak melanggar peraturan pesantren.
Hidup jauh dari orang tua bukanlah hal yang mudah untuk dilalui oleh remaja
pesantren, remaja pesantren masih membutuhkan orang tua dalam membantu
mengarahkan diri ketika hidup dilingkungan pesantren, dengan cara
berkomunikasi yang intens. Komunikasi yang intens antara anak dan orang tua
akan dapat menumbuhkan saling kepercayaan, keterbukaan dan kejujuran,
sehingga orang tua bisa membantu anak dalam melakukan pengelolaan diri
dilingkungan pesantren dan dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik.
Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara intensitas
komunikasi anak-orang tua dengan self regulation pada remaja pesantren.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja pesantren putra yang
masih menempuh pendidikan MTS/SMP, kelas VIII, sebanyak 84 orang.
Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Metode
pengumpulan data menggunakan metode skala likert untuk skala komunikasi dan
self regulation. Hasil validitas pada skala komunikasi dengan taraf signifikansi
0,05 bergerak dari 0,303 – 0,489 dengan jumlah aitem yang valid sebanyak 94,
sedangkan hasil validitas pada skala self regulation dengan taraf signifikansi 0,05
bergerak dari 0,301 – 0,525 dengan jumlah aitem valid sebanyak 104. Perhitungan
reliabilitas variabel komunikasi diperoleh nilai α = 0,930 dan reliabilitas self
regulation diperoleh nilai α = 0,948. Dimana kedua angka tersebut menurut
kaidah reliabilitas dinyatakan sangat reliabel. Hasil analisis data menunjukkan ada
hubungan antara komunikasi dengan self regulation sebesar rhitung = 0,510 dengan
rtabel = 0,220, dimana rhitung (0,510) > rtabel (0,220). Hipotesis menyatakan ada
hubungannya antara intensitas komunikasi anak-orang tua dengan self regulation
pada remaja pesantren diterima dengan nilai koefisien korelasi sebesar 51%).
Kata Kunci : Intensitas Komunikasi, Self Regulation
Tidak tersedia versi lain