CD-ROM
Pengaruh Kontribusi Komunikasi UMKM Terhadap Pelayanan Kepada Pelanggan Dalam Membangun Citra Positif (Studi Kasus Martabak Dinoyo)
Kebutuhan akan barang dan jasa yang murah memang sangat tepat
untuk memenuhi kebutuhan publik, tetapi menjadikan kesederhanaan UMKM
sebagai nilai jual akan komoditas nomor dua didalam persepsi masyarakat.
Karena persepsi masyarakat umum tentang perilaku UMKM juga ada artinya.
Mungkin UMKM beroprasi dengan cara-cara yang sepenunya halal, baik dan
sehat secara teknis dan efisien dari segi keuangan. Namun tidak menutup
kemungkinan sejumlah segmen masyarakat, memandang UMKM sebelah
mata karena kondisinya yang kurang memuaskan, dan pelayanan yang tidak
memiliki nilai-nilai sosial yang kurang terlihat menghargai stakeholder
tersebut
Namun terlihat secara keseharian terlihat akan UMKM yang masih
saja mengabaikan tentang pelayanan terhadap konsumen. Khususnya di
Warung Martabak Dinoyo. Masih begitu lambat dalam melayani pembeli.
Dan tempat yang kurang menarik. Memang harga yang murah pasti akan
sangat di cari, tetapi tak pelak juga bahwa ketepatan waktu, kenyamanan
lokasi, serta inovasi dan ketahanan citra rasa harus tetap dijaga. Dengan
adanya peran public relation atau-pun fungsinya, tentu akan membantu
membantu untuk pengembangan pelayanan terhadap konsumen agar dapat
tetap bersaing dan tetap setara dengan usaha yang lebih besar.Untuk
mengetahui pengaruh komunikasi UMKM terhadap pelayanan kepada
pelanggan didalam membangun citra positif.
Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memainkan peran yang
sangat penting di dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Di
pedesaan, adanya UMKM mampu meningkatkan ekonomi pedesaan.
Kemajuan pedesaan bisa di lihat dengan adanya kemajuan pembangunan
UMKM. Peran UMKM antara lain juga terlihat dalam upaya memberikan
kesempatan kerja. Sifat UMKM yang padat karya sangat mendukung
pemerintah dalam mengurangi pengangguran di perkotaan yang berlimpah
disebabkan melimpahnya tenaga kerja dari pedesaan. Pemerintah indonesia
menyadari bahwa UMKM di indonesia perlu didorong dan dikembangkan
karena ternyata justru ketika krisis finansial pada tahun 1997 rata-rata
industri-industri mikro, kecil menengah mampu bertahan terhadap
goncangan. UMKM ini mampu bertahan karena sifat alamiah usaha kecil,
yang fleksibel, informal dan cepat bergerak. namun dewasa ini menjamurnya
UMKM tak selalu didukung akan sebuah tata kelola pelayanan yang baik.
Karena selalu saja pelaku UMKM membenturkannya pada kecukupan modal
yang sedikit dan kurang melihat betapa pentingnya tata kelola pelayanan yang
baik.
Penelitian ini menggunakan metodologi Kuantititaif yang
menggambarkan atau menjelaskan masalah yang hasilnya dapat
digeneralisasikan.Metode penelitian metode survei dengan jenis survei
eksplanatif komparatif. Dengan menyebarkan kuisioner dan analisis data
menggunakan uji perbedaan. Populasi dengan teknik quota sampling yaitu
sampel penelitian adalah konsumen yang berada di Warung Martabak dinoyo
dan yang pernah membeli di Warung Martabak Dinoyo”.
Melalui standarhasil dari penelitian ini Dapat digunakan oleh para
pelaku Usaha Mikro Kecil Menegah dalam mengelola pelayanan pelanggang
dalam menumbuhkan citra positif di mata publik akan pemahaman UMKM
yang tetap menyajikan barang dan jasa dengan harga terjangkau namun
dengan mutu selalu terjaga, bersih dan nyaman.
Tidak tersedia versi lain