CD-ROM
Analisis Kualitas Jasa Pelayanan Bioskop 21 Di Kota Malang Menggunakan Metode Servqual
Dan berbicara mengenai bioskop dan sebuah film, terpintas sebuah imajinasi
yang ajaib, yang dalam skala tertentu dapat mempengaruhi kondisi emosional
seseorang, atau bahkan dapat mengubah hidup orang tersebut. Belakangan ini tanpa
dipungkiri, dunia perfilman telah tumbuh dan berkembang menjadi sebuah bisnis
industri yang cukup pesat baik didalam dan luar negeri. Perkembangan perfilman di
Indonesia sudah berlangsung cukup lama, yang dirintis oleh tokoh perfilman nasional
Usmar Ismail pada tahun 1950an. Perjalanan yang panjang itu tidak lepas dari pasang
surut atau dinamika yang terjadi akibat situasi dan tantangan yang mempengaruhi
kurun waktu hingga sekarang. Perkembangan perfilman di Indonesia tidak kalah
dengan negara lain hampir setiap minggu muncul film-film baru yang menghiasi
wajah gedung bioskop disetiap kota. Karenanya, industri perfilman telah menjadi
bagian yang sangat penting dalam pembangunan bangsa, tidak hanya terkait dengan
pengembangan dan revitalisasi seni dan budaya nasional, namun sekaligus
pengembangan citra bangsa dalam kancah pergaulan lintas budaya dan bangsa
melalui karya seni perfilman Indonesia. Berkembangnya jumlah film yang ada tentu
diperlukan sebuah wadah untuk memutar film-film tersebut. Di Indonesia sendiri,
Bioskop 21 (Cineplex 21 group) adalah sebuah jaringan bioskop terbesar, dan
merupakan pelopor jaringan Cineplex di Indonesia. Jaringan bioskop ini tersebar di
beberapa kota besar di nusantara dan beberapa terletak di dalam pusat perbelanjaan,
dengan film-film hollywood dan nusantara sebagai menu utama, dan didukung
dengan teknologi tata suara Dolby Digital dan THX, Seperti halnya bioskop 21 yang
berada di kota Malang.
Di kota Malang terdapat tiga bioskop 21 yang terdapat di area pusat
perbelanjaan yang ada di kota Malang seperti di MATOS (Malang Town Square), Jl.
Veteran No. 2 Malang, DIENG PLAZA lantai 3, Jl. Raya Langsep 2 Malang, dan
MALANG PLAZA, Jl. Agus Salim, Malang dan bioskop - bioskop ini merupakan satu
manajemen perusahaan yaitu CINEPLEX 21 GROUP, akan tetapi bioskop 21 yang
terdapat di Malang Plaza tidak sepenuhnya di bawah manajemen CINEPLEX 21
GROUP melainkan kerja sama dengan pihak pemilik bioskop sebelumnya, yaitu
bioskop Mandala, sehingga menjadi Mandala 21 yang berada di Malang Plaza.
Dalam mengevaluasi kualitas jasa pelayanan pada bioskop 21 Malang
menggunakan metode servqual dari beberapa faktor dimensi kualitas seperti yang
diungkapkan (Parasuraman, et al., 1985) dalam (Tjiptono, 1997: 26) yaitu bukti fisik
(tangible). keandalan (reliability), kecepatan dan daya tanggap (responsiveness),
jaminan (assurance), dan empati (emphaty). Dimensi-dimensi inilah yang harus
diperhatikan untuk mengukur kualitas jasa pelayanan yang terjadi pada bioskop 21
Malang. Karena banyak pengorbanan yang harus dilakukan untuk untuk menarik dan
mempertahankan pelanggan
Tidak tersedia versi lain