CD-ROM
Kecerdasan Anak Dalam Mengkomsumsi Isi media Massa (Studi Kasus Murid SD Usia 6-10 Tahun di SDK Santa Maria 1 Malang Dalam Menonton Tayangan Si Bolang di Trans 7)
Televisi saat ini banyak memberikan program tayangan pendidikan yang beragam untuk anak, sehingga anak dapat memilih tayangan untuk memenuhi kebutuhannya dalam menambah pengetahuan. Salah satunya adalah tayangan Si Bolang di Trans7. Melalui tayangan Si Bolang, tayangan edukasi yang dapat mengajarkan nilai-nilai sosial kepada anak, seperti pembelajaran tentang alam sekitar, budaya, bahasa, kesetiakawanan, sikap saling tolong-menolong, dan mengenal ragam permainan tradisional Indonesia. Hal ini membuat penulis tertarik untuk meneliti kecerdasan anak dalam mengkonsumsi isi media melalui tayangan si Bolang di Trans7, dengan informan dari SDK Santa Maria I Malang, sejauh mana informan memahami pesan yang disampaikan oleh media, dan menyaring isi pesan berdasarkan pembelajaran mengenai literasi media. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif menggambarkan, meringkaskan kondisi, berbagai situasi ataupun fenomena realitas sosial yang ada di dalam masyarakat yang menjadi objek penelitian, dan berupaya menarik realitas itu kepermukaan sebagai karakter, suatu ciri, model, sifat, tanda, atau gambaran tentang kondisi, situasi atau pun fenomena tertentu. Hasil penelitian didapatkan bahwa kecerdasan pada informan mengenai kemampuan mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan membuat (atau mengkomunikasikan) adalah berbeda-beda. Pada usia anak antara enam sampai sepuluh tahun adalah masa dimana mulai bisa untuk memahami hal-hal baru dilingkungan sekitarnya. Proses pengenalan terhadap berbagai macam pesan sudah mampu ditangkap dengan cepat. Hal ini di sebabkan karena mereka adalah imitator yang handal, mampu mengingat dan menirukan segala sesuatu yang dianggap baru. Anak sangat suka dengan pengetahuan baru yang dipelajarinya melalui berbagai jenis media komunikasi karena untuk usia anak sekolah dasar sudah mulai dekat dengan teknologi komunikasi dan informasi seperti televisi. Melalui televisi, anak tidak saja hanya mendengarkan tetapi juga memperhatikan pola gerak tubuh dari tayangan yang ditontonnya karena televisi adalah media dengan audio visual. Melalui tayangan Si Bolang pengetahuan yang informan dapat tidak sekedar langsung dicerna begitu saja, melainkan mereka membandingkan dengan pengetahuan yang benar yang mereka pernah alami. Sehingga informan mengetahui kebenaran sesungguhnya dan tidak begitu percaya saja pada isi pesan media, yang tidak seperti pada kenyataannya
Tidak tersedia versi lain