CD-ROM
Concert Hall di Malang (CD + Cetak)
Kota Malang merupakan kota kedua terbesar di Jawa Timur (setelah Kota Surabaya; sebagai ibukota Jawa Timur) yang sangat beranekaragam dalam bentuk demography-nya, yang pada akhirnya berbanding lurus dengan banyaknya bentuk kebudayaan di dalamnya. Awalnya, kota yang berhawa cukup sejuk ini memiliki banyak sumber-sumber air (di wilayah Dinoyo dan Tlogomas, Sumber Awan di daerah Singosari) yang pada akhirnya mengalir menjadi sungai-sungai dan menarik banyak kehidupan untuk bermukim dan membentuk banyak pemukiman purba. Dari situlah awal terbentuk dan berkumpulnya banyak kebudayaan yang tercipta di dalam kota ini.
Keanekaragaman budaya di dalam Kota Malang, yang tentu saja berbanding lurus dengan banyaknya pelaku budaya dan seni di dalamnya, benar-benar menarik untuk dipelajari dan hal inilah yang dinilai memicu banyaknya pelajar dari banyak daerah untuk mempelajari budaya sekitar pada awalnya. Fakta itu dinilai juga membuat kota Malang dikenal sebagai kota pelajar, yang pada akhirnya difasilitasi dengan banyak dibangunnya fasilitas-fasilitas pendidikan (sekolah dan kampus) serta ditempatkannya Taman Krida Budaya Jawa Timur di kota ini.
Berdasar pada fakta tersebut di atas (Kota Malang sebagai tempat berkumpulnya kebudayaan di Jawa Timur), Kota Malang belum memiliki fasilitas yang dapat mewadahi seluruh kegiatan kebudayaan dan seni yang berkembang di dalamnya. Wadah yang sudah ada, DKM : Dewan Kesenian Malang, dinilai masih membutuhkan fasilitas lain dalam perannya mewadahi seluruh kegiatan seni budaya seperti tempat untuk berapresiasi dan fasilitas studio yang dapat digunakan untuk menciptakan kreasi dari seni budaya tersebut.
Keberadaan ‘Taman Krida Budaya Jawa Timur’ , menimbulkan kesan yang lebih mengarah pada dasar seni budaya. Memang sebuah dasar (pondasi) dibutuhkan untuk membangun sesuatu, dalam hal ini adalah kegiatan ber-senibudaya; namun dalam penerapannya sebuah objek dan kegiatan seni budaya juga membutuhkan banyak masukan baru untuk tetap dapat menyesuaikan jaman dan demography pelaku seni budaya sekaligus apresiatornya. Apalagi hal tersebut didukung dengan semakin bertambahnya jenis maupun cara dalam berkarya dan berapresiasi dalam seni budaya saat ini yang saat ini berkembang pesat di dalam Kota Malang.
Untuk itulah keberadaan fasilitas tambahan dinilai sangat dibutuhkan untuk bisa dapat semakin menyempurnakan fasilitas yang ada saat ini (Taman Krida Budaya) dengan dibangunnya sebuah fasilitas kota bernama Concert Hall. Tak hanya berkenaan dengan penyempurnaan fasilitas lama, namun keberadaan Concert Hall ini juga diharapkan dapat menjadi sebuah fasilitas yang mencakup berbagai potensi kota.
Tidak tersedia versi lain