CD-ROM
Peran kepolisian dalam penanggulangan tindak pidana perdagangan anak (CD+Cetak)
Kekerasan, pelecehan, dan eksploitasi seksual itu tidak hanya terjadi diluar negeri, tetapi juga terjadi didalam negeri. Krisis ekonomi yang melanda Indonesia sangat berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah perempuan yang terperangkap masuk ke dalam industri prostitusi. Korbannya bukan hanya menimpa perempuan dewasa, namun juga perempuan yang tergolong dibawah umur (anak-anak). Pada umumnya anak-anak tersebut adalah korban perdagangan manusia atau trafficking. Oleh karena itu perlu adanya kajian tentang peran aparat pemerintah khususnya Kepolisian dalam menanggulangi tindak kejahatan yang cenderung semakin meningkat tersebut.
Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis dan mendiskripsikan peran Kepolisian dalam penanggulangan tindak pidana perdagangan anak (traficking) serta kendala-kendala yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. Sedangkan data yang dianalisis merupakan data primer yang diperoleh dari proses wawancara dengan narasumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peran kepolisian dalam penanggulangan tindak pidana perdagangan anak diawali dengan menumbuhkan dan memperkuat daya tangkal masyarakat yang berpotensi sebagai korban (preemtif), pengawasan terhadap potensi terjadinya perdagangan anak (preventif), pemeriksaan dan penanganan perkara (represif), serta rehabilitasi terhadap korban. 2) sementara itu hambatan dalam penanggulangan tindak pidana perdagangan anak bersumber dari karakteristik pokok tindak kejahatan tersebut yang senantiasa berkembang hingga melewati batas negara dan merupakan kejahatan yang terorganisir. Disamping itu kendala institusional juga terjadi
Tidak tersedia versi lain