CD-ROM
Strategi Komunikasi Kiai Dalam Membentuk Perilaku Santri (Studi Penerapan Ajaran Tasawwuf Pada Padepokan Kridho Pamungkas Djati)
Dalam tradisi padepokan, perasaan hormat dan kepatuhan santri kepada kyainya adalah mutlak dan tidak boleh putus, artinya berlaku seumur hidup si santri. Disamping itu rasa hormatnya yang mutlak itu harus ditunjukkan dalam seluruh aspek kehidupannya. Baik dalam kehidupan keagamaan, kemasyarakatan, maupun pribadi. Para santri menunjukkan hormat dan kepatuhan mutlak kepada gurunya, karena keyakinan santri kepada kedudukan kyai sebagai penyalur kemurahan Tuhan yang dilimpahkan kepada santri-santrinya baik di dunia maupun di akhirat. Pada umumnya perilaku/ pendapat santri terbentuk setelah ada komunikasi dengan kyai. Kyai memiliki peranan yang sangat besar di dalam mempengaruhi pikiran, sikap dan perilaku santri. Tentu dalam hal ini yang paling penting adalah perilaku. Selanjutnya dapat dikatakan bahwa tatanan komunikasi yang ingin dicapai adalah komunikasi interpersonal. Untuk itulah, masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah “ Bagaimana Strategi Komunikasi Kiai Dalam Membentuk Perilaku Santri ?”
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis strategi komunikasi Kiai Padepokan Kridho Pamungkas Djati dalam membentuk perilaku santri. Diharapkan agar penelitian ini dapat memberikan manfaat secara teoritis yakni hasil penelitian ini dapat memberi kontribusi akademis dalam ilmu komunikasi bidang studi public relation tentang komunikasi interpersonal. Sedangkan secara praktis yakni hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan bahan masukan bagi Padepokan Kridho Pamungkas Djati mengenai komunikasi Kiai dalam upaya membentuk perilaku santri.
Perspektif penelitian ini adalah deskriptif -kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara secara mendalam, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis Model Interaktif. Lokasi dari obyek penelitian berada di desa Kerjen Rt. 02 Rw. 01, kec. Srengat kab. Blitar.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Kiai memiliki kemampuan dan ketrampilan komunikasi yang baik dan efektif, sehingga terbangun hubungan interpersonal dengan baik. Dan hal ini menyebabkan santri menghormati dan menjunjung tinggi Kiainya. 2) Pendekatan interpersonal yang dilakukan Kiai kepada santrinya berpengaruh terhadap respon santrinya. 3) komunikasi interpersonal merupakan strategi yang paling efektif yang digunakan Kiai dalam membentuk perilaku santri. 4) Untuk membentuk perilaku santri, Kiai menerapkan ajaran Tasawwuf melalui laku puasa dan wirid.
Tidak tersedia versi lain