CD-ROM
Representasi Konflik Dualisme Kasus PSSI (PERSATUAN SEPAK BOLA INDONESIA) Analisis Framing Terhadap Tabloid "Bola" Dan "Soccer" Edisi Maret 2012
Pemberitaan tentang kepengurusan PSSI ini menarik untuk diangkat karena beberapa hal. Pertama, masalah ini cukup banyak menyita perhatian publik. Tidak hanya kalangan stakeholder sepak bola saja tetapi juga dari akademisi, pemerintah dalam hal ini Menpora dan DPR, serta kalangan masyarakat luas. Mengingat banyaknya pemberitaan mengenai kemelut di tubuh PSSI, maka fokus pada penelitian ini adalah berita-berita tentang kongres yang diadakan PSSI. Dalam masyarakat yang heterogen tentu memilki ragam kebutuhan berita, masyarakatpun haus akan berita, bahkan tak sedikit dari mereka yang menginginkan ulasan berita atau informasi yang diulas secara mendalam. Melihat kebutuhan masyarakat itu, surat kabar yang memberitakan berbagai peristiwa yang menyajikan informasi secara mendalam seputar isu yang sedang hangat atau yang hal menjadi tren mayarakat, baik itu masalah sosial , pendidikan, keluarga, gaya hidup, seks, politik, atau hal-hal yang menarik perhatian masyarakat.
Pemberitaan Soccer pada edisi 24 Maret 2012 diberitaan tentang kongres yang diadakan PSSI, dimana Lewat Kongres Luar Biasa (KLB), Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KP SI) resmi melahirkan PSSI tandingan. Adanya dua PSSI itu jelas punya efek besar. Bukan tidak mungkin akan tercipta pula dualisme di Timnas. Tujuan Penelitian, Untuk mengetahui representasi pemberitaan persoalan yang ada pada Kongres PSSI pada Tabloid Bola (Edisi Maret 2012) dan Soccer (Edisi Maret 2012), ditinjau dari analisis Framing .
Dari penelitian diatas dapat disimpulkan Media Package : Publikasi kasus PSSI dimana terjadi perselisihan diantara pengurusnya. Core Frame : perselisihan diantara dua kubu yang terjadi PSSI dalam tabloid Bola dan Soccer. Jadi pemberitaan mengenai dua kubu yang berbeda di antara pengurus PSSI. Hal diatas diperkuat dengan adanya Frame Device yang terbagi atas Metaphors, Chatchpharases, Exemplar, Depiction yang kesemua poin pemberitaan dua kepengurusan yang terbentuk di PSSI, dimana dua kubu yang berselisih mengakui yang berhak mengurus PSSI di masa datang.Selain Frame devices, Reasoning Device juga mengungkap sebuah hasil melalui Roots, Appeals to Principle, Consequences yaitu, dua pendapat yang berbeda di antara dua kubu antara kubu pimpinan Djohar Arifin maupun bentuk KLB. Pemberitaan dua kepengurusan PSSI yang belum tuntas membuat masyarakat khawatir akan nasib yang akan terjadi pada Timnas.
Tidak tersedia versi lain