Text
Analisis Tingkat Perputaran Piutang Serta Pengaruhnya Terhadap Tingkat Likuiditas Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. Bentoel International Investama Tbk) (CD)
Tingkat perputaran piutang menunjukan bahwa perusahaan mempunyai sejumlah modal kerja yang tidak likuid, dengan adanya modal kerja yang tidak likuid tentu sangat berpengaruh pada tingkat likuiditas perusahaan. Sehubungan dengan hal itu, maka pengendalian atas piutang menjadi sangat penting. Semakin pendek waktu terikatnya modal dalam piutang maka akan semakin baik, karena kemampuan suatu perusahaan untuk segera mengubah aktiva lancarnya menjadi uang kas berkaitan dengan likuiditas perusahaan tersebut, maka penulis mengambil judul : pengaruh perputaran piutang terhadap tingkat likuiditas perusahaan pada PT. Bentoel International Investama Tbk. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini yaitu : ( 1 ) untuk mengetahui perputaran piutang pada PT. Bentoel International Investama Tbk, ( 2 ) untuk mengetahui tingkat likuiditas pada PT. Bentoel Internationala Investama Tbk, ( 3 ) untuk mengetahui pengaruh perputaran piutang terhadap likuiditas.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitaif, sedangkan data di analisis dengan menggunakan analisis regresi sederhana dan uji âtâ serta menggunakan program SPSS 15 for windows. Berdasarkan hasil analisis menunjukan bahwa perputaran piutang tidak berpengaruh signifikan terhadap likuiditas yang terdiri dari current ratio, quick ratio dan cash ratio. Hasil analisis diperoleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,092 menunjukkan variabel perputaran piutang memiliki hubungan yang lemah dengan current ratio. Sedangkan nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0,009 menunjukkan bahwa variabel perputaran piutang mampu memberikan kontribusi sebesar 0,9% terhadap current ratio, sedangkan sisanya sebesar 99,1% disebabkan oleh faktor lain. Hasil analisis diperoleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,365 menunjukkan variabel perputaran piutang memiliki hubungan yang lemah dengan quick ratio. Sedangkan nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0,133 menunjukkan bahwa variabel perputaran piutang mampu memberikan kontribusi sebesar 13,3% terhadap quick ratio, sedangkan sisanya sebesar 86,7% disebabkan oleh faktor lain. Hasil analisis diperoleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,605 menunjukkan variabel perputaran piutang memiliki hubungan yang lemah dengan cash ratio. Sedangkan nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0,366 menunjukkan bahwa variabel perputaran piutang mampu memberikan kontribusi sebesar 13,3% terhadap cash ratio, sedangkan sisanya sebesar 86,7% disebabkan oleh faktor lain.
Kata Kunci : perputaran piutang, tingkat likuiditas
Tidak tersedia versi lain